Berita

foto :net

Bisnis

Bulog Kalsel Tambah Stok Beras Dari Thailand

JUMAT, 15 JULI 2016 | 07:38 WIB

Serapan pengadaan beras petani lokal di Kalimantan Selatan oleh Bulog saat ini baru 5.600 ton. Padahal, target penyerapan hingga akhir tahun ialah 35 juta ton.

Tak heran, target diprediksi akan sulit dicapai. Tahun lalu, Bulog Kalsel juga kesulitan mengejar target serapan pengadaan beras petani lokal. Dari target yang sama, terealisasi hanya sekitar tujuh ribu ton.

Kepala Bidang OPP Bulog Kalsel Sulais menjelaskan, target serapan pet5ani lokal tahun lalu gagal tercapai salah satunya karena faktor kondisi alam yang mempengaruhi panen petani.


Selain itu, masih tingginya harga jual para petani padi. Sedangkan harga beli Bulog masih di bawah.

"Kami memang ada program pembelian beras lokal dengan standar harga sampai ke gudang Bulog maksimal Rp 7.300 per Kg. Namun kami masih sulit untuk menyerap beras-beras itu karena harganya masih di atas standar Bulog," tambahnya.

Sulais memaparkan, hingga saat ini, daerah yang paling banyak diserap beras petani lokalnya di sub divre Barabai dengan total 3.771.240 ton. Di sub divre ini target hingga akhir tahun sejumlah 21.490.000 ton.

Sedangkan daerah kedua yang juga banyak menyerap ada di Divre Kalsel yang saat ini sudah terserap 1.731.870 ton dari target 12.785.000 ton.

Untuk Kansilog seperti GSP Jelapat dan GDT Batulicin serapan masih sangat minim yang hingga saat ini hanya 40.005 ton dari jumlah target 725 ribu ton. "Tahun lalu target tak tercapai karena sebagian besar daerah sentra produksi padi mengalami gagal panen karena anomali cuaca," terangnya mengutip dari Jpnn (Jumat, 15/7).

Ketahanan stok beras di Kalsel, imbuh Sulais, bertahan hingga enam bulan ke depan. Pasalnya, Bulog juga melakukan penambahan stok dengan mendatangkan beras dari pulau Jawa dan Sumatera hingga luar negeri seperti Thailand.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya