Berita

foto :net

Bisnis

Kapal Nelayan Kena Markdown Akan Diputihkan

KAMIS, 14 JULI 2016 | 10:29 WIB | LAPORAN:

Pemerintah nampaknya benar-benar serius merancang Kepulauan Natuna untuk menjadi daerah terpadu bagi industri perikanan.

Dari empat "jurus" yang dikeluarkan oleh duet Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, salah satunya adalah mengembangkan sektor perikanan, mulai dari ikan tangkap hingga ikan budidaya.

Natuna dikenal sebagai wilayah perairan yang gemuk, mengandung ikan yang melimpah yang menjadikan wilayah terluar Indonesia ini sasaran empuk nelayan untuk mencari ikan. Rencananya pemerintah akan membangun tempat pelelangan ikan terpadu atau fish market seperti di Tokyo, Jepang, yang digadang-gadangkan akan menjadi pasar ikan terbesar se Asia Tenggara.


"Sedang dibangun (pasar ikan). Tahap pertama kapasitas 200 ton tahap kedua 3 ribu ton. Luasnya 1000 meter," ujar Sekjen KKP, Sjarief Widjaja di Jakarta, Kamis (14/7).

Sementara itu usai memimpin rapat khusus di KKP, Rizal Ramli menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan "pemutihan" dan sertifikat baru bagi kapal-kapal nelayan berkapasitas di atas 30 ton, yang biasa bersandar di Pantura, untuk dapat melakukan penangkapan ikan di perairan Natuna.

Pemutihan dilakukan karena selama ini kapal-kapal nelayan itu banyak yang markdown, antara surat dan kondisi riil kapal berbeda. Pemerintah menargetkan, sebelum bulan Oktober mendatang, pendataan ulang kapal-kapal nelayan tradisional ini sudah selesai sehingga sudah bisa beroperasi di perairan Natuna.

"Kita minta dari Perhubungan (Kemenhub) diberikan sertifikat. Kita akan lakukan pemutihan karena banyak yang melanggar karena di-markdown. Kita putihkan kemudian diukur ulang. Lalu dikasih izin tangkap untuk Natuna," ujar Rizal.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya