Berita

Jenderal Badrodin Haiti:net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Badrodin Haiti: Sebelum Pelantikan Pak Tito, Saya Ditawari Posisi Tertentu Oleh Mensesneg

KAMIS, 14 JULI 2016 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tito Karnavian resmi menjabat Kepala Polri setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kemarin. Pangkat Tito langsung dinaikkan satu tingkat menjadi jenderal. Penunjukan Tito sebagai Kapolri dituangkan Presiden Jokowi lewat Keputusan Presiden Nomor 48 Polri Tahun 2016 tentang pemberhen­tian dan pengangkatan Kepala Polri.

Melalui Keppres itu, Presiden menetapkan pemberhentian Jenderal Badrodin Haiti dari jabatan Kapolri sekaligus men­gangkat Tito Karnavian sebagai Kapolri. Sedianya hari ini akan digelar serah terima jabatan (sertijab) Kapolri di Mabes Polri. Lantas apa saja pesan-pesan Jenderal Badrodin kepada penerusnya Jenderal Tito. Apa saja pesannya, beri­kut pernyataan Jenderal (Purn) Badrodin Kepada Rakyat Merdeka;

Setelah selesai dari tugas sebagai Kapolri, apa langkah selanjutnya yang akan ditem­puh?
Ehm, saya belum mikir ke sana. Saya ingin santai-santai dulu. Istirahat dulu. Melepaskan penat juga. Belum ada mikir yang lain-lain. Saya ingin mera­sakan kemerdekaan ini dulu. Tidak harus bangun tepat waktu, tidak menjalankan tugas. Benar-benar saya ingin bersatai dulu. Paling ya ngemong cucu. Saya sudah punya cucu, satu orang. Laki-laki. Baru umur empat bu­lan. (sembari menunjukkan foto cucu-nya yang mungil di album kamera handphone-nya).

Ehm, saya belum mikir ke sana. Saya ingin santai-santai dulu. Istirahat dulu. Melepaskan penat juga. Belum ada mikir yang lain-lain. Saya ingin mera­sakan kemerdekaan ini dulu. Tidak harus bangun tepat waktu, tidak menjalankan tugas. Benar-benar saya ingin bersatai dulu. Paling ya ngemong cucu. Saya sudah punya cucu, satu orang. Laki-laki. Baru umur empat bu­lan. (sembari menunjukkan foto cucu-nya yang mungil di album kamera handphone-nya).

Apakah tidak ada tawaran dari pihak Istana kepada Anda selepas menunaikan tugas Kapolri?
Memang saya pernah diminta ke Istana, dipanggil Pak Mensesneg, sebelum pelanti­kan Pak Tito sebagai Kapolri baru. Ditawarin posisi tertentu. Tetapi, saya katakan, saya belum mikir ke sana. Masih ingin rehat dulu. Belum memikirkan untuk urusan pekerjaan atau aktivitas-aktivitas.

Selain ngemong cucu dan rehat, apa rencana Anda?

Ya ini kan masih rehat. Dan, November ini saya akan naik haji. Doakan lancar ya.

Ada pesan-pesan kepada Jenderal Tito?
Ya itu tadi, melanjutkan yang masih pekerjaan belum selesai. Melanjutkan yang belum opti­mal, melakukan reformasi total di Kepolisian. Dan Pak Tito menyatakan akan melanjutkan apa yang saya sudah lakukan, dan akan membenahi yang perlu dibenahi dan melakukan refor­masi di tubuh Kepolisian.

Apakah persoalan senior-junior masih menjadi perso­alan?

Saya kira ndak-lah. Di internal sudah disepakati bahwa sistem yang harus berjalan. Bukan persoalan senior atau junior. Dan memang harus tetap dijaga agar profesional dan soliditas itu yang sangat penting. Saya kira, yang senior juga memahami itu. Lagi pula, Pak Tito pun sewaktu men­jadi Kapolda Metro Jaya, kan banyak juga seniornya di sana. Tetapi kesolidan mereka sudah terbukti. Dan banyak pekerjaan dan pendekatan yang baik dan efektif yang dilakukan selama menjadi Kapolda Mentro Jaya. Terbukti, dia berprestasi. Pak Tito cukup banyak pengala­manlah dan ilmunya mumpuni bahkan secara internasional juga berprestasi.

Bagaimana dengan tugas-tugas Anda yang lainnya?
Sejak saya menjadi Pelaksana Tugas (Kapolri) hingga men­jadi Kapolri, memang banyak benturan, banyak persoalan di internal dan juga dari lemba­ga-lembaga lain. Tetapi, kita berkomitmen harus membenahi institusi Kepolisian yang besar ini. Dan perlahan, sejumlah situasi dan persoalan-persoalan pun bisa kita atasi.

Termasuk mengatasi teror­isme, masyarakat juga kondusif dan nyaman. Memang masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu dilanjutkan, yakni refor­masi total di Kepolisian, dan itu akan dilanjutkan oleh Pak Tito. Semua itu, saya katakan, juga harus dimulai dari proses rekrutmen Polri. Rekrutmen yang sehat, berkualitas, dan profesional, serta terbuka.

Polisi di negara kita ini ber­beda dengan di negara lain. Kita ini negara demokratis, bukan otoriter dan bukan sosialis. Semua pihak yang berbeda harus dijamin keberadaannya. Dan itu dijamin konstitusi kita. Jadi polisi harus mengatasi semua golongan itu. Menjadi pen­gayom. Melaksanakan perintah konstitusi itu.

Apakah yakin bahwa Kapolri Baru akan lebih baik?
Ya harus lebih baik. Dan Pak Tito, bukan soal lebih muda, me­mang dia cukup berpengalaman, mampu mengartikulasikan tugas dan tanggung jawab, dan komu­nikasinya pun bagus. Dia juga yang menjadi Asrena (Asisten Perencanaan) saya sewaktu menyusun upaya reformasi Kepolisian.

Saya kira dan dia pun telah mengakatan akan melanjutkan reformasi itu secara menyelu­ruh dari pimpinan paling tinggi hingga ke bawah. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya