Berita

foto :net

Bisnis

Menko Rizal Mau Sulap Natuna Jadi Pelelangan Ikan Terbesar Di Dunia

RABU, 13 JULI 2016 | 15:17 WIB | LAPORAN:

Kapasitas kapal nelayan akan ditingkatkan untuk mendorong pengembangan industri perikanan di Kepulauan Natuna.

Perairan Natuna termasuk rentan dimasuki kapal-kapal asing pencuri ikan. Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah akan mengoperasikan kapal ikan tradisional berkapasitas di atas 30 ton di perairan Natuna.

"Kami akan memindahkan sekitar 400 kapal ikan tradisional yang di atas 30 ton. Karena banyak di antara mereka yang 100 sampai 150 ton kapal kayu dari Banten, Muara Karang, Muara angke, Jepara. Selama ini mereka tidak mendapat hak menangkap ikan di Natuna. Sekarang kita kasih," ujar Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (13/7).


Terobosan ini dilakukan supaya nelayan Kepulauan Natuna bisa dengan leluasa menangkap ikan. Selain itu juga ditargetkan peningkatan kapasitas penangkapan ikan sebanyak 40 persen dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Untuk menopang target itu, pemerintah akan menyediakan pelabuhan dan tempat pelelangan ikan terpadu di Kepulauan Natuna.

"Kita sediakan pelabuhan buat mereka (nelayan disana). Kita bangun cold storage sehingga bisa jadi pasar pelelangan ikan terbesar di dunia," janji Rizal.

Untuk kesejahteraan nelayan, lanjut Rizal, pemerintah akan menyediakan rumah susun untuk tempat tinggal sementara nelayan yang membawa kapal-kapal besar dari Pantai Utara Jawa (Pantura).

Kapal-kapal bertonase besar dari Pantura tidak akan bersaing lagi dengan kapal-kapal kecil di perairan Pantura karena beralih mencari ikan di perairan Natuna.

"Jadi ini strategi yang bagus," ucapnya optimis.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya