Berita

anas urbaningrum/net

Politik

Anas Urbaningrum: Saya Sarankan Untuk Menyudahi Debat Soal Kematian Husni

SENIN, 11 JULI 2016 | 09:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selaku sahabat dekat almarhum Husni Kamil Manik, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyarankan perdebatan terkait kematian mendiang Ketua KPU Pusat itu disudahi.

"Biarkan Husni pergi dengan tenang. Biarkan keluarganya hidup dengan sabar dan tenang pula," ungkap Anas, lewat akun twitter @anasurbaningrum, beberapa saat lalu.

Menggunakan tagar #sahabatpergi dan tanda *abah dalam tiap butir tweet-nya, dalam rangkaian tweet itu Anas mengaku heran mengapa ada perdebatan politis terkait kematian Husni.


"Yang paling dikenang dan dibahas sampai sekarang adalah terkait dengan pilpres 2014. Ada katanya yang terkait dengan isu sedot data. Saya tidak tahu persis apa maksudnya," lanjut Anas.

Setahu Anas, penghitungan suara hasil pileg dan pilpres 2014 berdasarkan data manual. Data manual tersebut direkap berjenjang, dari TPS sampai rekap nasional di KPU.

"Karena mekanisme ini yang berjalan, mestinya tidak ada persoalan di KPU. Apalagi KPU Pusat," tegasnya.

Jadi, menurut dia, kalau ada yang mengaitkan kepergian Husni dan data-data pemilu, ia rasa itu berlebihan.

"Tentu saya tidak tahu secara medis apa penjelasan penyebab kematian Husni yang terkesan mendadak. Jika pengertian kita tentang kematian itu normal, istilah mendadak itu tidak relevan. Kapan mati itu hak prerogatif Tuhan. Tentu saja ada syariatnya mengapa seseorang mati," kicau Anas.

Jadi ia yakin, berdasar pengalamannya berada di KPU sekian lama, tidak ada data pemilu yang rahasia.

Anas juga yakin penyelenggaraan pemilu 2014 oleh KPU pasti tak sempurna. Tetapi secara obyektif, kekurangannya tidak menutupi keberhasilannya.

"Saya pribadi menyarankan untuk menyudahi debat soal kematian Husni. Hanya saran. Husni adalah Husni. Pergilah menghadap Tuhan dengan tenang dan damai," pungkas Anas.

Menurut pengakuan admin twitternya, pesan ini disalin dari tulisan tangan Anas yang dititipkan lewat sahabatnya yang bersilaturahmi ke penjara kala Idul Fitri.

Anas sendiri adalah terpidana 14 tahun penjara dalam perkara pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang dan proyek APBN lainnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya