Berita

Nusantara

Mengapa Pelantikan Rektor Usakti Menuai Penolakan Keras?

SENIN, 11 JULI 2016 | 07:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gejolak di internal Universitas Trisakti belum reda setelah pelantikan Rektor baru secara sepihak oleh Yayasan Trisakti.

Alasan penolakan keras itu, selain mekanisme pemilihan rektor yang dilakukan oleh yayasan tidak diakukan sebagaimana lazimnya yang diatur dalam perundangan yang berlaku, tindakan pihak yayasan juga dinilai sebagai perampasan aset negara oleh pihak swasta.
 
Mengenai hal ini, Ketua Senat Universitas Trisakti, Prof. Dr. H. A. Prayitno, memberi penjelasan lengkap.


Menurut dia, Universitas Trisakti atau Usakti pada hakikatnya adalah Universitas yang didirikan oleh negara dan aset awalnya milik negara.

Namun dengan dilantiknya Rektor oleh yayasan, bahkan dilakukan di luar kampus dan tanpa sepengetahuan Senat Universitas Trisakti, serta dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, maka terkesan bahwa aset negara yang sudah dipertahankan dan siap diserahkan ke negara diam-diam akan diberikan kepada pihak swasta oleh pemerintah sendiri.

Dalam Penyelesaian Status Kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Cina Universitas Trisakti Luas Tanah 70.345m2 di Jalan Kyai Tapa No.1 Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pada tahun 2013 telah ditegaskan kepemilikannya melalui Keputusan Menteri Keuangan RI. Nomor. 206/KM.6/2013, yaitu memiliki Status Hukum Menjadi Barang Milik Negara.

"Universitas Trisakti selain memiliki Aset Intangible berupa sumber daya manusia yang handal, juga memiliki Aset Tangible yang bernilai triliun rupiah dan siap seluruhnya kami serahkan kepada negara, tapi kok sekarang oleh negara seolah-olah hendak diserahkan pada pihak swasta," ujar Prayitno, pada keterangan resminya.

Pernyataan pers Prayitno ini didukung oleh Sekretaris Senat Usakti, Prof. Dr.Ir. Dadan Umar Daihani, DEA serta Pimpinan Universitas, Prof. Dr. H. Yuswar Z. Basri, Ak, MBA selaku Wakil Rektor I dan Ketua Forum Komunikasi Karyawan, Dr. Advendi Simangunsong, SH, MM.
 
Seperti diketahui, pada akhir Juni lalu, Yayasan Trisakti telah melantik Eddy Suandi Hamid menjadi Rektor baru di Usakti. Tapi pelantikan yang dilakukan tersebut tidak melalui mekanisme sebagaimana lazimnya yang sudah diatur oleh perundangan yang berlaku mengenai pemilihan Rektor di Perguruan Tinggi.

Berdasarkan Pasal 60 ayat (5), UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib memiliki Statuta dan berdasarkan PP 4/2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, disebutkan bahwa Statuta Perguruan Tinggi yang mengatur mekanisme mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Rektor Perguruan Tinggi.

Berdasarkan Statuta Universitas Trisakti yang diatur dalam Peraturan Senat Universitas Trisakti nomor 1 tahun 2015, disebutkan bahwa pengangkatan Rektor Universitas Trisakti harus berdasarkan pertimbangan Senat Universitas.

Prayitno memandang hal ini akan menimbulkan berbagai dampak yang sangat tidak kondusif dalam rangka pembinaan Usakti pada khususnya dan Pengembangan Pendidikan Tinggi pada umumnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya