Berita

Politik

Warga Yang Menyerahkan KTP Untuk Ahok Mulai Membangkang

SABTU, 09 JULI 2016 | 21:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Warga Jakarta yang menyerahkan KTP dan dukungan melalui Teman Ahok, untuk memuluskan jalan Basuki Purnama (Ahok) di jalur independen, terlihat mulai resah.

Teman Ahok dalam berbagai pernyataannya termasuk di website resmi, menyatakan bahwa jika KTP dan dukungan mencapai 500 ribu maka Ahok dan Heru Budi Hartono dipastikan maju dari jalur independen. Karena itulah warga  menyampaikan KTP dan dukungan secara tertulis lewat Teman Ahok dengan sukarela.

Namun, belakangan ini muncul gelagat Ahok untuk maju dari jalur partai dan disetujui oleh Teman Ahok. Hal itu pun mendapat reaksi. Semacam petisi sederhana lewat media sosial dan media komunikasi lain seperti whatsapp, beberapa waktu terakhir menyebar untuk menggugat keputusan tersebut.


"Jika Ahok maju lewat partai dan itu disetujui Teman Ahok, maka jelas KTP kami dikumpulkan tidak untuk Ahok dan Heru maju dari independen tetapi hanya untuk tawar menawar politik dengan partai politik dan mengumpulkan bantuan finansial maupun barang untuk logistik politk," demikian petikan pesan yang beredar.

Jika Ahok maju lewat partai, lanjut pesan berantai itu, maka semua yang disampaikan Teman Ahok adalah kebohongan dan semua yang telah menyerahkan KTP dan pernyataan dukungan telah menjadi korban dari kebohongan Teman Ahok.

Bahkan muncul wacana para pendukung Ahok akan mengadakan gugatan hukum bila benar nantinya Ahok maju dari jalur parpol dan disetujui oleh Teman Ahok.

"Peringatan ini kami sampaikan secara terbuka. Masyarakat Jakarta yang telah menyerahkan Foto Copy KTP dan pernyataan dukungan pada Teman Ahok dan tetap konsisten memperjuangkan Ahok dan Heru mencalonkan dari jalur independen kami harap untuk ikut mengisi nama di bawah ini sebagai bentuk dukungan," demikian bagian lain pesan tersebut.

Dari pesan berantai yang didapatkan redaksi, sudah ada 118 orang yang mencantumkan namanya dalam gerakan ini.

Bahkan, kelompok ini telah merencanakan pendirian posko pengaduan jika Ahok-Heru batal menjadi calon Independen. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya