Berita

M. Basri Sidehabi

Politik

Ragam Cara KBRI Doha Perkuat Kerjasama TTI Indonesia-Qatar

SENIN, 04 JULI 2016 | 14:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

KBRI di Doha berkomitmen untuk memperkuat instrumen dan implementasi kerja sama ekonomi Indonesia-Qatar di bidang trade, tourism, investment atau TTI.

"Kami akan pergunakan semua resources yang ada untuk mencapai target-target misi diplomasi ekonomi KBRI Doha", ungkap Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, dalam keterangan persnya.

Sebagai Dubes RI yang baru, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, ia akan jadikan diplomasi ekonomi sebagai prioritas utama dalam hubungan kedua negara.


Qatar sendiri akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan giat membangun untuk mencapai Visi Nasional Qatar 2030. Qatar terus melakukan berbagai upaya menjalankan misi pembangunannya di tengah-tengah turunnya harga minyak dunia yang menyebabkan defisit anggaran pada tahun ini. Untuk mencapai misi tersebut, dalam beberapa tahun terakhir Qatar secara agresif membangun sektor non-hydrocarbon. Dalam kaitan itu, Qatar mengambil kebijakan pembangunan "look east" untuk mengembangkan kerja sama investasi, perdagangan dan sektor ekonomi lainnya dengan berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia.

Sedangkan KBRI Doha, telah merencanakan beberapa program yang terfokus pada upaya peningkatan nilai kerja sama perdagangan dan investasi, dan menambah jumlah wisatawan asing ke Indonesia. Antara lain dengan mendorong finalisasi dan penandatanganan Air Service Agreement Indonesia-Qatar. Penguatan instrumen ini dilakukan simultan dengan peningkatan kerja sama dengan pihak Qatar Airways, guna mendorong masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia dan mendorong ekspor Indonesia ke Qatar.

Saat ini kedua pihak sepakat untuk melakukan penambahan frekuensi ke Jakarta menjadi 28 kali per minggu, ke Denpasar menjadi 21 kali per minggu, dan sektor Surabaya dan Medan maksimal 7 kali per minggu. Selain itu disepakati pula penambahan cargo.

Pada tahun 2016 ini, KBRI Doha menginisiasi dan mengupayakan penandatangan MOU Kerja Sama antara Kadin Indonesia dan Kadin Qatar. Guna menjajaki peningkatan kerja sama dengan Kadin Qatar, KBRI Doha telah berpartisipasi pada ASEAN-Qatar Chamber Joint Seminar, dan melakukan serangkaian pertemuan dan fasilitasi kunjungan ke Kadin Qatar.

KBRI Doha juga tengah mempersiapkan upaya ekspor produk kayu dan furniture Indonesia untuk berkonstribusi pada proyek pembangunan Hamad International Seaport, bekerjasama dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Qatar. Hal ini sebagaitindak lanjut pertemuan Dubes RI dengan Menteri Transportasi dan Komunikasi Qatar pada tanggal 24 Mei 2016.

Di bidang pariwisata, KBRI Doha mendorong promosi Wonderful Indonesia di Qatar, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI. Misalnya dengan menggelar farm trip dan melakukan diseminasi informasi daerah tujuan wisata Indonesia kepada masyarakat WN Qatar dan ekpatriat lainnya. Iklan Wonderful Indonesia saat ini juga telah muncul di TV Al Jazeera yang akan tayang sebanyak 7.884 kali pada tahun 2016.

KBRI Doha juga berupaya memfokuskan program kegiatan diplomasi ekonominya untuk mencari peluang peningkatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Adapun jumlah WNI di Qatar menurut data International Organization for Migration (IOM) tahun 2015, mencapai 43,049 orang, yang sebagiannya bekerja di sektor migas dan jasa.

"Pelaksanaan Misi dan Target Diplomasi Ekonomi Indonesia di Qatar tidak mudah tapi juga tidak sulit. Dibutuhkan usaha yang terus menerus dan pantang menyerah. Sekalipun tidak mencapai hasil sesuai yang diinginkan,  setidaknya kami menggeser batu," jelas Dubes Basri. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya