Berita

net

Dunia

Militer Bangladesh: Penyanderaan Di Dhaka Berakhir

SABTU, 02 JULI 2016 | 12:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penyanderaan terhadap sekitar 20 orang, termasuk sejumlah warga asing, di kafe Holey Artisan Bakery, di Dhaka, Bangladesh, dinyatakan berakhir setelah pasukan keamanan menerobos masuk kafe.

Demikian disampaikan jurubicara militer Bangladesh, pada Sabtu pagi (2/7) waktu setempat.

"Operasi sudah selesai. Situasi ini benar-benar di bawah kendali," kata Kolonel Rashidul Hasan, dikutip AFP.


Sebelumnya, Wakil Komisaris Dhaka Metropolitan Police, Jasim Uddin, mengatakan polisi telah menyelamatkan beberapa orang, tapi ia tidak mengatakan berapa banyak.

Juga belum didapatkan informasi valid soal siapa pelaku penyanderaan atau organisasi yang menaungi mereka, dan apakah para penyandera berhasil ditangkap hidup atau mati.

Jepang yang warga negaranya ikut disandera pun telah membuat pernyataan bahwa 12 orang telah diselamatkan dari lokasi penyanderaan. Demikian dikatakan Koichi Hagiuda selaku Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang

Tidak jelas berapa banyak warga Jepang yang berada di situasi menegangkan itu.

Terpisah, Dubes Italia untuk Bangladesh, Mario Palma, mengatakan ada tujuh warga negaranya yang menjadi sandera dalam kejadian itu.

Pada Jumat malam waktu Dhaka, sekelompok teroris bersenjata menyandera sekitar 20 orang di sebuah kafe di tengah kawasan diplomatik di ibukota Bangladesh itu.

Penyanderaan diwarnai baku tembak yang menewaskan dua orang perwira polisi dan melukai 40 orang lain yang kebanyakan warga sipil.

Meski kelompok Islamic State atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan teror itu, seperti diklaim lewat media Amaq, tapi beberapa pejabat keamanan Bangladesh meragukan klaim itu. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya