Berita

net

Dunia

Penyanderaan Di Dhaka, Dua Polisi Tewas, ISIS Mengaku Sebagai Dalang

SABTU, 02 JULI 2016 | 07:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Teroris bersenjata menyandera sekitar 20 orang di sebuah kafe di zona ekspatriat di Dhaka, Bangladesh.

Berdasar informasi dari CNN yang dikutip sesaat lalu, penyanderaan itu sudah berlangsung selama lebih dari delapan jam di sebuah area diplomatik di Dhaka.

Penyanderaan diwarnai baku tembak yang menewaskan dua orang perwira polisi dan melukai 40 orang lain kebanyakan warga sipil.


Meski kelompok Islamic State atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan teror itu, seperti diklaim lewat media Amaq, tapi beberapa pejabat keamanan Bangladesh meragukan klaim itu.

Kronologis dari CNN menyebut penyanderaan bermula dari sekitar pukul 20.30 waktu setempat, Jumat malam (1/7). Sekelompok orang bersenjata menyerang Holey Artisan Bakery, sebuah kafe populer di kawasan ekspatriat itu.

Setelah mereka memasuki restoran, mereka menyandera para pengunjung.

Pemilik kafe, Sumon Reza, mengatakan, ia berhasil melarikan diri ketika enam sampai delapan orang bersenjata itu masuk ke kafenya.  Sekitar 20 orang, beberapa dari mereka orang asing, berada di restoran.

"Seorang polisi yang bertugas stasiun terdekat ditembak mati. Petugas kedua meninggal karena luka tembak," jelas perwira polisi Dhaka, Sheikh Nazmul Alam.

Alam mengatakan, 40 orang terluka diakibatkan tembakan dari para pelaku dan pecahan dari alat peledak yang mereka lemparkan sebelum penyanderaan berlangsung.

"Saya mendengar serangan. Orang berlomba untuk berlindung, dan para pelaku bersenjata berteriak Allahu Akbar," ungkap saksi mata, Ataur Rahman.

Pejabat polisi Bangladhesh, Jenderal Benzir Ahmed, mengatakan, pihaknya berusaha untuk menyelesaikan penyanderaan secara damai.

ISIS memang mengklaim sejumlah serangan terakhir di negara yang dihuni 89 persen umat Muslim itu.

Tetapi pemerintah Bangladesh selalu membantah kehadiran ISIS di negerinya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya