Berita

foto :net

Bisnis

Panglima TNI Harus Ikut Perangi Oligopoli Pangan

JUMAT, 01 JULI 2016 | 19:37 WIB | LAPORAN:

Operasi pasar saja tidak cukup untuk menekan harga daging sapi yang terus melonjak tiap jelang Ramadhan dan Lebaran. Pemerintah harus menggelar operasi intelijen untuk melawan para pemburu rente atau oligopoli pangan.

Demikian pendapat Guru Besar Ekonomi Politik Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga peneliti INDEF, Didin Damanhuri dalam diskusi bertajuk 'Harga Daging Sapi Stabil Tinggi' yang digelar oleh Bidang Juru Bicara Partai Demokrat di Jakarta, Jumat, (1/7).

"Jelang Ramadhan dan lebaran masih menghadapi tingginya harga pangan dan daging, hak asasi penduduk yang diamanatkan undang-undang hilang, ini sebuah anomali demokrasi," ujar Didin.


Diterangkan, selama ini para spekulan sudah menjelma menjadi kekuatan kartel yang mengendalikan harga pangan di Indonesia. Struktur oligopolistik sekaligus berkolaborasi dengan pihak-pihak lain sehingga terbentuk kartel yang mengatur harga.

"Ada lobi-lobi tingkat tinggi juga agar badan pangan nasional tidak terbentuk. Panglima TNI harus turun tangan juga, anggap ini perang di masa damai. Kekuatan rent seeker ini kalau sudah mengalahkan negara,  akan jadi problem pangan berkepanjangan," jelasnya.

Ia mencontohkan, harga gula di masyarakat normal, namun di pelabuhan sudah ada tawaran sejumlah metrik ton gula yang dikuasai oleh para spekulan.

Ditegaskannya, para spekulan yang menjelma menjadi kekuatan politik ekonomi dan bisa mendikte harga tak bisa dianggap remeh, harus diperhitungkan oleh negara.

"Dulu Komjen Buwas (Budi Waseso) melakukan operasi intelejen dan melakukan penangkapan para pemburu rente, mereka ini bekerja sama dengan dunia politik. Ini empiris, harga nggak bisa berubah padahal pasokan terus digenjot, harga terus tinggi, karena memang ada rent seeker yang menghendaki itu dan ini sudah semakin merajalela," papar Didin.[wid]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya