Berita

Bisnis

Inovasi Baru, Pariwisata Goes To Campus

KAMIS, 30 JUNI 2016 | 13:56 WIB | LAPORAN:

Untuk lebih memantapkan tujuan pemerintah yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuat gebrakan baru. Yakni, Pariwisata Goes To Campus.

Menurut Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, Ahman Sya, kalangan mahasiswa yang digandeng bukan tanpa alasan.

"Mahasiswa itu bisa dijadikan sebagai kader perubahan atau agent of change. Ini akan membawa dampak luas pada masyarakat," kata Ahman Sya di Jakarta, Kamis (30/6).


Program Pariwisata Goes To Campus akan membidik universitas-universitas terbesar di 10 destinasi prioritas. Antara lain Toba, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung,  Kepulauan Seribu dan Kota Tua, dan Mandalika.

"Kampus itu tempatnya para pemikir, kaum intelektual muda yang punya semangat tinggi. Yang namanya mahasiswa, jika ia bergerak akan mempercepat proses perubahan termasuk pergerakan dan sosialisasi mengenai pariwisata. Jadi, apabila pariwisata melibatkan mahasiswa,  akan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat dalam dan luar negeri," tuturnya.

Setelah membangun kader di 10 destinasi prioritas, lanjut Ahman, akan dilanjutkan ke luar daerah-daerah tersebut. "Tapi tetap akan kita utamakan universitas terbesar dulu. Kalaupun kampus-kampus umum tapi yang punya pengaruh luar biasa," ujarnya.

Ahman Sya menambahkan, kalangan kampus dan mahasiswa merupakan salah satu unsur dalam pentahelix (academy, business, government, community, media). Karena itu, pembangunan pariwisata dengan melibatkan kampus atau mahasiswa akan menjadi sebuah gerakan yang efektif.

"Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa berbagai perubahan mendasar selalu melibatkan kalangan kampus dan mahasiswa sejak 1908, 1928, 1945, 1966, 1975, dan 1998," kata Ahman Sya.

Lalu, apa saja program yang disiapkan dalam 'Pariwisata Goes To Campus' ini? Lelaki asal Ciamis, Jawa Barat, ini mengungkapkan, ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Antara lain seminar kepariwisataan, focus group discussion (FGD), pelatihan kader intelektual pariwisata sebagai agen perubahan, pembangunan jaringan digital kader pariwisata antar-kampus, dan kongres pariwisata nasional.

"Tahun depan akan kita adakan kongres pariwisata nasional. Akan tetapi, persiapannya harus dimulai dari sekarang," tandasnya.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya