Berita

Dunia

Inilah Daftar Aksi Teror Di Turki Setahun Terakhir, 250 Orang Tewas

KAMIS, 30 JUNI 2016 | 06:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Turki yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keamanan cukup tinggi sejak Juli tahun lalu kerap diserang aksi teror. Berbagai teror itu sejauh ini diketahui dilakukan oleh dua kelompok, ISIS dan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Turki yang aman dan menawan kini pun berdarah-darah.

Dalam setahun terakhir ini sudah lebih dari 250 orang tewas dalam berbagai serangan yang dilakukan kedua kelompok itu.

Serangan terakhir terjadi 28 Juni 2016 di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul. Sebanyak 41 orang tewas dalam serangan tiga bom bunuh diri. Bukti-bukti yang dikumpulkan mengarah kepada ISIS sebagai pelaku.


Tiga minggu sebelum itu, pada 7 Juni 2016, setidaknya tujuh polisi dan empat warga sipil tewas ketika sebuah bom mobil meledak di dekat Istanbul. Elang Kemerdekaan Kurdi (TAK) yang berafiliasi dengan PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Di tanggal 17 Maret 2016 tiga warga Israel dan seorang warga Iran tewas serta lusinan lainnya terluka dalam aksi bom bunuh diri di pusat kebudayaa Istiqlal Avenue, Istanbul. Diduga kuat ISIS menjadi aktor aksi ini.

Hanya empat hari sebelumnya, 13 Maret 2016, setidaknya 34 orang tewas dan lusinan lainnya terlika dalam bom bunuh diri di Ankara. TAK mengklaim serangan ini.

Pada tanggal 17 Februari 2016, tidak kurang dari 29 orang tewas dalam aksi bom mobil di dekat Mabes Angkatan Bersenjata Turki di Ankara. TAK juga mengaku sebagai dalang.

Sebulan sebelumnya, 12 Januari 2016 sebanyak sebelas turis Jerman tewas dalam serangan di pusat wisata Sultanahmet, Istanbul. ISIS diduga kuat sebagai pelaku serangan.

Di tahun 2015 tercatat dua serangan teroris di negeri Ataturk.

Pertama pada tanggal 20 Juli. Sebanyak 34 pemuda aktivis tewas dan sekitar 100 lainnya terluka dalam pengeboman di Suruc, dekat perbatasan dengan Suriah. Diduga kuat teror ini dilakukan ISIS.

Lalu pada 10 Oktober sebuah bom meledak di tengah aksi damai yang digelar di Ankara. Sebanyak 101 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka-luka. ISIS dicurigai menjadi pelaku serangan. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya