Berita

Politik

Satgas Bukan Solusi, Darmin Nasution Harus Diganti

RABU, 29 JUNI 2016 | 09:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi makin mengonfirmasi bahwa rejim Jokowi gagal mengimplementasikan sederet paket kebijakan ekonomi yang telah dibuatnya sendiri.

"Satgas tidak perlu dibentuk jika kementerian terkait mampu mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi. Di sinilah fungsi Kemenko Perekonomian yang patut disorot," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Sya'roni kepada redaksi, Rabu (29/6).

Dikatakan dia, pokok permasalahan ada di Kantor Kemenko Perekonomian yang gagal mengoordinasikan kementerian dan instansi di bawahnya. Karena lemahnya koordinasi itulah sederet paket kebijakan ekonomi gagal diimplementasikan.


"Menko Perekonomian Darmin Nasution sangat jarang terlihat ke publik. Semestinya kalau Presiden Jokowi blusukan 10 kali maka para menteri harus blusukan 20 kali. Kenyataannya Darmin Nasution hampir tidak pernah blusukan. Jadi, wajar jika Darmin gagal menangkap permasalahan di lapangan," papar Sya'roni mencontohkan.

Dia menambahkan percuma membentuk satgas kalau menterinya bermental birokrat. Seharusnya mental tersebutlah yang harus dievaluasi. Jika tidak berubah juga maka menterinya yang patut diganti.

"Rakyat tidak boleh dijadikan kelinci percobaan. Kondisi ekonomi terus terpuruk. Terlalu lama mempertahankan menteri yang tidak kapabel sama saja menggiring rakyat ke jurang kesengsaraan," demikian kata Sya'roni.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya