Berita

Bisnis

Inilah Penyebab Persaingan Antar Provider Terus Mengeras

SENIN, 27 JUNI 2016 | 18:24 WIB | LAPORAN:

Penggunaan sim card atau kartu untuk telepon selular di Indonesia ternyata sangatlah banyak melebihi dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini lantaran budaya di Indonesia, setiap orang memiliki lebih dari satu telepon selular dan juga tren smartphone yang bisa lebih dari satu sim card (dual sim).

Teguh Prasetya dari Mastel mengemukakan, jumlah sim card yang beredar di Indonesia saat ini mencapai 310 juta, melebihi populasi Indonesia yang berpenduduk 250 juta jiwa.

"Pertumbuhan akan terus ada. Uniknya, yang tumbuh itu adalah layanan data, bukan penggunaan sim card untuk telepon atau SMS lagi," ujar Teguh dalam diskusi 'Ada Apa Dengan Telekomunikasi Indonesia? yang digelar oleh Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (Lisuma Indonesia) di bilangan Tebet, Jakarta, Senin (27/6).


Tiga peringkat tertinggi provider di Indonesia, yakni Telkomsel, XL dan Indosat 45 persen lebih pelanggannya merupakan pengguna data atau layanan internet.

"Pengguna kita  konsumsi datanya gila-gilaan. Rata-rata setiap orang 2GB tiap bulan," bebernya.

Saat ini lanjut Teguh, semua operator tengah membangun jaringan 4G LTE untuk menunjang pelayanan data. Sebentar lagi, provider juga akan berlomba membangun jaringan 5G seperti yang terjadi di Korea dan Jepang, .

"Inilah yang membuat persaingan provider terus mengeras, karena perusahaan terus investasi," ucapnya.

Selain perang provider dalam menyediakan layanan data, di Indonesia juga terjadi perang smartphone yang setiap tahun tumbuh sangat pesat, di mana merk lokal dan merk global terus bersaing keras menggaet konsumen dalam industri perangkat atau device.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya