Berita

b.j habibie/net

Politik

Fahira: Habibie Ikon Indonesia Setelah Bung Karno

SABTU, 25 JUNI 2016 | 10:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah salah satu dari deretan tokoh pejuang dan berdedikasi yang menjadikan wajah Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat.

Bahkan di mata anggota DPD RI, Fahira Idris, Habibie adalah ikon Indonesia di dunia setelah Presiden Soekarno atau Bung Karno. Hal ini dikatakan Fahira menyambut hari ulang tahun ke-80 dari tokoh asal Parepare, Sulawesi Selatan itu.

"Habibie membuka mata dunia bahwa ada sebuah negara yang baru berkembang tetapi mempunyai industri pesawat terbang. Habibie menjadi ikon Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak anak bangsa yang jenius,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD itu kepada wartawan, Sabtu (25/6).


Menurut Fahira, dedikasi Habibie dalam dunia penerbangan dan industri pesawat telah mengangkat harkat dan martabat Indonesia di mata dunia. Habibie mampu memecahkan kebuntuan dan ketidakpastian yang dihadapi industri pesawat terbang dunia selama 40 tahun, yaitu tentang kerusakan yang terjadi pada badan pesawat.

"Teori crack progression yang diciptakan Pak Habibie, membuat pesawat lebih aman. Ini sumbangan besar Indonesia, lewat Pak Habibie, untuk dunia," jelasnya.

"Teori Habibie, Faktor Habibie, Fungsi Habibie dan sekitar 46 Hak Paten Pak Habibie di bidang Aeronautika telah mengibarkan nama Indonesia khususnya di industri pesawat dunia,” ungkap Fahira.

Selain di bidang penerbangan, Habibie sebagai presiden ketiga RI juga menunjukkan ketokohannya. Bagi Fahira, kehidupan berdemokrasi, kebebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pendapat, dan pemilu yang terbuka sehingga Indonesia dijuluki negara demokrasi terbesar di dunia, adalah buah dari berbagai terobosan dan keputusan Habibie.

Saat menjadi Presiden, tambah Fahira, Habibie menerbitkan UU Partai Politik, UU Pemilu, dan UU Kedudukan DPR/MPR yang menjamin kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yang pada masa Orde Baru diharamkan.

"Pada masa Habibie dimulainya pelaksanaan Pemilu tidak hanya Luber tetapi demokratis, jujur, dan adil seperti yang kita warisi hingga saat ini," ujar Fahira. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya