Berita

net

Bisnis

Pertamina Tetap Ikut Tender Jawa I

JUMAT, 24 JUNI 2016 | 17:42 WIB | LAPORAN:

PT Pertamina (Persero) memastikan tetap melanjutkan keikutsertaan dalam lelang Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa I di Muara Tawar, Bekasi.

BUMN energi tersebut tetap berminat membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 2x800 megawatt (MW) dan melanjutkan proses tender meskipun pasokan gas tidak akan lagi disediakan pemenang tender.

"Ya kami akan terus," ujar Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat (24/6).


Dia mengaku tidak keberatan, meskipun dalam proses lelang PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengubah skema penyediaan energi primer. Perubahan tersebut adalah penyediaan energi primer yang sebelumnya dilakukan produsen listrik swasta (independent power producer /IPP) pemenang tender sekarang disediakan oleh PLN.  

Dwi bahkan berharap bahwa gas yang disediakan oleh PLN memiliki harga yang kompetitif.

"Tidak apa, kan kami nanti lihat gas dari PLN kompetitif atau tidak," katanya.

Sebagaimana diketahui, PLN mengubah konsep lelang, hanya beberapa waktu sebelum lelang dibuka 25 Juli mendatang. Atas perubahan tersebut, Pertamina sempat melayangkan surat kepada PT PLN pada 13 Mei. Pertamina keberatan jika PLN memutuskan untuk mengubah skema lelang, lantaran persiapan konsorsium untuk mengikuti lelang pembangkit berikut pasokan gasnya akan ikut berubah, terlebih Pertamina sudah menggandeng Total Gas.

Pertamina telah mempersiapkan diri mengikuti lelang tersebut. Selain telah membentuk konsorsium dan bertindak sebagai ketua. Dalam konsorsium tersebut, Pertamina menggandeng Marubeni Corporation, General Electric sebagai penyedia teknologi, serta Total Gas & Power untuk membantu sebagai pemasok gas.

Untuk membangun pembangkit tersebut, Pertamina telah menyiapkan investasi USD 2 miliar. Investasi tersebut sudah termasuk pembangunan unit penyimpanan dan regasifikasi gas terapung (floating storage regasification unit/FSRU). Untuk kebutuhan dana sebesar 70 persen akan berasal dari pinjaman, sedangkan 30 persen sisanya merupakan ekuitas perseroan. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya