Berita

foto:net

On The Spot

Calon Penumpang Masih Sekadar Tanya Harga Tiket

Suasana Terminal Kampung Rambutan Jelang Mudik Lebaran
JUMAT, 24 JUNI 2016 | 08:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih sepi penumpang, kendati puncak mudik Lebaran sebentar lagi.

Ferdy Hans duduk termangu di salah satu loket penjualan tiket bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa lalu (22/6). Lamunan pria yang mengenakan seragam Perusahaan Otobus (PO) Lorena ini, buyar saat telepon di depan­nya berbunyi.

Sejurus kemudian, pria berkulit gelap ini memberitahukan harga tiket kepada calon penumpang di ujung telepon. "Sekarang sepi banget. Turun 60 persen dibanding tahun lalu," ujar Ferdy sesusai menerima telepon itu.


Hingga dua minggu menjelang Lebaran, Ferdy mengeluh tidak ada seorang pun yang mem­beli tiket untuk keberangkatan seminggu sebelum Lebaran. Padahal tahun lalu, dua minggu sebelum Lebaran, sudah banyak yang pesan. "Paling tidak ada 20 orang yang memesan untuk ke­berangkatan seminggu sebelum Lebaran," ucapnya.

Saat ini, menurutnya, banyak orang yang sekadar bertanya melalui telepon maupun datang langsung ke terminal, namun banyak yang mengurungkan ni­atnya karena harga tiket naik dua kali lipat dibanding hari biasa. "Kita tidak bisa berbuat ban­yak karena memang kebijakan atasan," ujar Ferdy pasrah.

Ferdy memberitahukan, mulai 22 Juni, tiket bus AKAP naik secara pelan-pelan. "Puncaknya seminggu hingga satu hari sebe­lum Lebaran," sebutnya.

Dia mencontohkan, untuk harga tiket Jakarta-Malang melonjak menjadi Rp 620 ribu. "Normalnya Rp 325 ribu. Biasanya, jurusan ini favorit," tandasnya.

Faktor lain menurunnya jum­lah penumpang bus, kata dia, karena banyak perusahaan men­gadakan mudik bareng menggu­nakan bus. Akibatnya, para bu­ruh lebih memilih menumpang bus yang disediakan perusahaan. Kendati begitu, dia berharap, mendekati Lebaran jumlah pen­umpang akan naik drastis.

Berdasarkan pengamatan di Terminal Kampung Rambutan, puluhan loket penjualan tiket bus dalam kondisi sangat sepi. Hanya terlihat beberapa penjual tiket yang setia menjaga loket. Kendati sepi penumpang, beber­apa loket sudah memasang harga tiket selama mudik Lebaran 2016. Di sisi lain, puluhan kursi yang tersedia di terminal, banyak diduduki agen bus maupun para pedagang.

Senada, Sukriyanto, penjual tiket bus PO Rosalia Indah mem­benarkan sepinya penumpang dua pekan menjelang Lebaran tahun ini. Pasalnya, hingga dua minggu menjelang Lebaran, kata pria bertubuh kurus ini, belum ada satu pun yang memesan tiket ke Solo maupun Madiun yang dijualnya.

"Sepi banget. Tahun lalu mending, masih ada yang pesan, walaupun tak banyak," ujarnya.

Kendati sepi, Sukriyanto ber­harap ada lonjakan penumpangsaat hari pemberangkatan. "Biasanya banyak orang yang lang­sung beli dan berangkat hari itu juga," tandasnya.

Pria yang mengenakan ke­meja putih ini membenarkan, harga tiket bus naik dua kali lipat dibanding hari biasa. "Ke Solo biasanya Rp 185 ribu jadi Rp 490 ribu untuk kelas ekse­kutif. Begitu juga ke Surabaya, biasanya Rp 280 ribu jadi Rp 520 ribu," sebutnya.

Sepinya penumpang, kata Sukriyanto, sudah diprediksi sejak awal karena banyak peru­sahaan yang menyelenggarakan mudik bareng. Walhasil, banyak pekerja yang memilih menump­ang bus gratis ketimbang meme­san tiket yang mahal.

Untuk menarik minat pen­umpang, Sukriyanto mengaku memberikan diskon Rp 50 ribu kepada mereka yang membeli tiket sejak jauh-jauh hari sebe­lum keberangkatan.

"Semoga dengan adanya potongan ini, akan banyak penumpangyang tertarik," harap dia.

Untuk jumlah armada selama mudik Lebaran, Sukriyanto be­lum bisa memastikan karenatergantung jumlah peminat. "Biasanya hanya dua bus yang diberangkatkan dari Terminal Kampung Rambutan," ucapnya.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August mem­prediksi, puncak lonjakan penumpang di Terminal Kampung Rambutan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Demi mengan­tisipasi lonjakan penumpang, Emiral mengaku telah berk­oordinasi dengan pemilik pe­rusahaan bus untuk menambah armada. "Kira-kira sampai 250 totalnya nanti," sebut dia.

Emiral menambahkan, ar­mada bus tambahan selain dari bus AKAP, bisa dari bus pariwisata.

Latar Belakang
Daya Beli Masyarakat Rendah, Jumlah Penumpang Pun Turun


Organisasi Angkutan Darat (Organda) tengah menyiapkan sekitar 46 ribu bus untuk meng­hadapi musim mudik Lebaran tahun 2016.

Menurut Sekjen DPP Organda Ateng Aryono, jumlah bus terse­but terdiri dari angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), lalu angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan tambahan dari bus pariwisata.

Bila dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, kata dia, maka terjadi peningkatan yang cukup besar karena terjadi antusiasme dari para pelaku transportasi darat. Sebagai perbandingan, Pada 2015 hanya sekitar 30 ribu unit bus.

Kendati begitu, Ateng mema­hami bahwa jumlah penumpang bus diprediksi mengalami penu­runan kembali. Menurunnya penumpang transportasi darat se­tiap tahunnya, kata Ateng, dipicu rendahnya daya beli masyarakat. Hal itu, lanjut dia, akan kembali terjadi pada tahun ini.

Dia menambahkan, dominasi paling besar angkutan Lebaran setiap tahun berada di Jawa dan Sumatera. Hal itu, kata Ateng, karena yang tinggal di Pulau Jawa yang berasal dari Sumatera, jarang mudik pakai bus atau mobil pribadi.

"Mereka lebih memilih naik pesawat karena biaya transporta­si kini lebih murah," jelasnya.

Ketua Umum DPP Organda, Adrianto Djokosoetono menam­bahkan, musim mudik diperkira­kan mulai terjadi pada H-12 yang ditandai dengan mudik bersama.

Andrianto menilai, bila ang­kutan darat terutama jenis bus melewati lintas pulau seperti Jawa dengan Sumatera, pasti akan kalah bersaing dengan transportasi udara. "Tapi, kan ada Angkutan Kota Dalam Provinsi," kata Andrianto.

Dia menegaskan, hal yang paling utama adalah kesela­matan dan pelayanan terhadap para penumpang. Andrianto mengimbau pengurus Organda kabupaten/kota untuk langsung turun dan memastikan kendaraan layak operasi.

"Masing-masing bus, harus dicek kelayakan operasinya dengan tidak menegosiasikan uru­san keselamatan penumpang," tegasnya.

Dia menambahkan, masing-masing perusahaan angkutan umum bus AKAP dan bus AKDP harus melakukan pemeriksaan di lapangan untuk menghindari oknum-oknum yang melakukan pelanggaran dalam kelengkapan instrumen keselamatan di lapangan. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

UPDATE

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Keterbukaan Informasi Bagian Penting Pelayanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:03

Wajah Buruk AS Tak Bisa Lagi Dipoles sebagai Polisi Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:02

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Dibawa ke Jakarta Usai OTT Pagi Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:55

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:39

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:36

Secara Ekonomi AS Babak Belur Gegara Serang Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:28

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:24

Fokus Merawat Stabilitas di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18

APBN di Tepi Jurang, Kinerja Purbaya Mulai Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42

Selengkapnya