Berita

Bisnis

Senjata Nelayan Itu Cold Storage

RABU, 22 JUNI 2016 | 16:33 WIB | LAPORAN:

Cold storage menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemakmuran bagi nelayan kecil.

Deputi 2 Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya (Kemenkomar), Agung Kuswandono menyampaikan, selama ini pengelolaan ikan bagi nelayan kecil masih kurang baik.

"Ketika nelayan mendapat ikan yang melimpah, maka nelayan harus segera menjual ikan tangkapan sebelum busuk," jelasnya di Yogyakarta.


Ikan tangkapan itu terpaksa dijual nelayan ke tengkulak atau ke pengepul asing.

"Nelayan itu senjatanya cold storage untuk menyimpan ikan dan es. Nah kita membangun cold storage, yang juga harus disinkronkan, jangan terlalu jauh dari jangkauan nelayan," tutur Agung.

Agung menjelaskan, Kemenkomar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengadaan sarana dan prasarana penunjang kelautan dan perikanan.

"Langkah ini kita (Kemenkomar) provokatornya, kalau ada yang nggak beres, kita kumpulkan, rapatkan dan koordinasikan. Kita yang mengarahkan pembangunanya di mana, harus dekat dengan masyarakat," imbuhnya.

Saat ini Kemenkomar tengah fokus pembangunan cold storage pada Jawa bagian tengah yang meliputi provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Diharapkan nantinya bisa mendongkrak hasil laut dan perikanan Indonesia yang kini masih berkutat di peringkat lima ASEAN, kalah dari Malaysia, Thailand dan Vietnam.

"Biota laut kita terbaik. Mengapa kita di ranking lima ASEAN. Masalahnya Indonesia selama ini santai saja. Tingkat pencurian ikan di Indonesia terbesar di dunia," ujar Agung.

Kelemahan Indonesia lainnya, menurut Agung, tidak memiliki industri menengah. cold storage (tempat pendingin) menjadi solusi ketika banyak ikan melimpah.

"Kita kumpulkan semua pakarnya, kita buat jadi bagus, dari perencanaan hingga penggunaannya nanti, supaya nelayan dan masyarakat benar-benar dapat menikmati," tandas Agung.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya