Berita

tito karnavian/net

Hukum

Calon Kapolri Pernah Punya Belasan Rekening Kok Dianggap Biasa?

RABU, 22 JUNI 2016 | 15:54 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana Komisi III DPR menguji calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Tito Karnavian, dalam sidang fit and proper test esok hari (Kamis, 23/6), dinilai terburu-buru.

"Fit dan proper test atas Tito ini terlalu cepat dan buru-buru banget. Karena seperti DPR belum punya info apapun tentang Tito," kata Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, kepada wartawan, sesaat lalu (Rabu, 22/6).

Fit and proper test Tito di DPR besok seolah hanya prosedur yang harus dilewati tanpa keseriusan, atau cuma "stempel" DPR agar Tito cepat dilantik. DPR seakan tidak memerlukan verifikasi dan investigasi data dan dokumen tentang Tito.


Bahkan, data dan dokumen dari PPATK dibikin seperti "abal-abal", padahal menyatakan pernah ada 14 rekening Tito di bank swasta sejak 2004-2014. Selain 14 rekening itu, Tito juga pernah punya tiga rekening di bank pemerintah; sedangkan istri Tito punya empat rekening di bank lain. (Baca: PPATK: Tak Ada Transaksi Mencurigakan Di 17 Rekening Komjen Tito)

"Empat belas rekening di bank swasta dianggap tidak mencurigakan, biasa-biasa saja. Pernyataan kedua lembaga ini sangat mencurigakan dan prematur untuk menyatakan 14 rekening biasa-biasa saja," ucap Uchok.

CBA meminta DPR untuk kritis dan mengejar motif Tito memiliki belasan rekening itu. Menurut Uchok, polisi yang jujur dan bersih sebetulnya cukup punya satu rekening. Apalagi Tito adalah sosok berlatarbelakang Reserse atau intel.

"Artinya antara sosok pribadi seorang intel dengan puluhan rekening, sama-sama sebuah misteri yang janggal banget," tegasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya