Berita

susi pudjiastuti/net

Politik

Menteri Susi Harus Fokus Tingkatkan Produksi Perikanan, Illegal Fishing Serahkan Ke TNI AL!

RABU, 22 JUNI 2016 | 03:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta fokus pada tugas pokoknya, yaitu sebagai penanggung jawab utama sektor perikanan dari hulu sampai ke hilir.

"Kami ingin KKP fokus pada tugas pokoknya. Sebagai penanggung jawab utama pengembangan sektor perikanan dari hulu sampai hilir," ungkap Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin, Rabu (22//6).

Akmal meminta hal tersebut sebab banyak persolan di sektor perikanan saat ini yang butuh banyak perhatian. Hal itu seperti peningkatan produksi perikanan tangkap, pengembangan budidaya perikanan, perbaikan logistik dan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan serta petambak garam.


Di sisi lain, Akmal juga menyarankan agar persoalan pertahanan militer laut, seperti penangkapan kapal-kapal asing yang menyusup untuk menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa izin, cukup diserahkan pada TNI AL.

"Biarkan TNI AL yang bekerja secara serius untuk pengamanan laut kita. Dan penangkapan kapal-kapal asing pelaku illegal fishing sebagai bukti prestasi militer kita bidang kelautan," tambah Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini.

Menurut Akmal, salah satu fokus yang diabaikan oleh kementerian yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti itu adalah adanya impor ikan 2 ribu ton yang menuai kecaman dari berbagai pihak.

Padahal, pada akhir tahun 2015, KKP mencatat produksi perikanan tangkap Indonesia sebanyak 7 juta ton. Hal itu, menurut Akmal, terjadi karena tidak diselesaikannya masalah armada laut nasional pengangkut ikan dan sistem logistik yang buruk.

"Sebaiknya masing-masing lembaga negara fokus dalam bekerja. Illegal fishing serahkan pada TNI AL. Sedangkan KKP fokus penuhi target kebutuhan produksi perikanan laut dan darat," pungkas Akmal. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya