Berita

Nusron Wahid

Golkar Kemungkinan Dorong Nusron Jadi Cawagub Ahok

SENIN, 20 JUNI 2016 | 16:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemda DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dipastikan akan ditinggalkan kalau Basuki T. Purnama maju dalam Pilgub DKI Jakarta lewat partai politik.

"Heru mungkin hanya jadi target sasaran," ungkap Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle DR. Syahganda Nainggolan saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Senin, 20/6).

Kalau tak jadi maju lewat jalur perseorangan, sambung Syahganda, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan mendampingi Ahok dari kalangan partai pendukung, yang sejauh ini sudah ada tiga. Yaitu, Hanura, Golkar, dan Nasdem.


"Partai akan mengusulkan (untuk calon) wakil. Kemungkinan Golkar akan mengusulkan Nusron Wahid. Hanura dan Nasdem juga (akan mengusulkan)," ungkapnya.

Dalam amatannya sendiri, kelompok relawan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang tergabung dalam Teman Ahok juga bakal bubar.

"Kelihatan Teman Ahok akan bubar dengan sendirinya. Karena KPK akan masuk melacak sumber pembiayaan Teman Ahok menyusul terbongkarnya isu aliran dana Rp 30 miliar. Akan ada skandal, Teman Ahok akan bubar," tukasnya.

Karena itu, Syahganda menilai, Ahok sebenarnya serius melirik partai politik. Karena sudah tahu bahwa relawannya tak akan bisa menopangnya.

"(Kalau Teman Ahok bubar), siapa yang akan menggalang (dukungan) kalau maju independen. Jadi akan ada ketakutan dari Ahok," tandasnya.

Isu aliran dana sebesar Rp 30 miliar dari pengembang pulau reklamasi mencuat setelah anggota Komisi III DPR Junimart Girsang menanyakan hal tersebut ke KPK. Teman Ahok sendiri sudah menepis tudingan tersebut. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya