Berita

mahyudin

Bisnis

HKTI Tingkatkan Teknologi Pertanian

SENIN, 20 JUNI 2016 | 02:45 WIB | LAPORAN:

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berupaya meningkatkan daya saing petani lokal agar bisa lebih mandiri dan sejahtera. Salah satunya dengan menerapkan teknologi dalam alat produksi sehingga dapat menekan biaya lebih murah.

"Misinya HKTI adalah memajukan petani, menyejahterakan petani, juga menuju kedaulatan pangan nasional," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI Mahyudin dalam acara buka puasa bersama di Senayan Golf Club, Jakarta, Minggu (19/6).

Menurutnya, HKTI turun langsung membina kelompok tani dengan melakukan modernisasi alat pertanian. Dengan hasil melimpah dibantu proses produksi menggunakan teknologi petani Indonesia bisa lebih mandiri dan sejahtera.


"Data Kementerian Pertanian, dengan bantuan mesin bisa menekan biaya produksi hingga 40 persen. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi produk-produk pertanian dari luar yang membanjiri negara kita, karena produk pertanian kita sudah lebih murah, lebih efisien. Secara otomatis tidak marketable lagi bagi pasar luar negeri ke Indonesia," jelas Mahyudin.

Dia menambahkan, petani Indonesia kalah dalam hal pemanfaatan teknologi. Karenanya, tidak heran jika produk pertanian dari luar negeri lebih mudah bersaing di pasar lokal dengan harga murah lantaran diproduksi menggunakan bantuan mesin modern.

"Saya kira ke depan kita pasti bisa swasembada daging dan tidak perlu tergantung pada daging impor karena produksi bisa lebih murah," papar Mahyudin.

HKTI sendiri menjembatani dengan pemerintah untuk membantu petani seperti dalam hal penyediaan benih, pembuatan kandang, sampai lahan untuk menanam rumput.

"Pertanian, nanamnya tidak harus lagi bajak pakai kerbau, mungkin ke depan nanam pakai traktor, panennya pakai traktor. Pasti biayanya bisa lebih murah, kemudian produktivitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi di masa mendatang," tegas Mahyudin yang juga wakil ketua MPR RI. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya