Berita

net

Bisnis

Perusahaan Farmasi Tiongkok Minat Investasi Di Tanah Air

MINGGU, 19 JUNI 2016 | 19:50 WIB | LAPORAN:

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat perusahaan farmasi asal Tiongkok berinvestasi di Indonesia.

Hal itu diketahui Kepala BKPM Franky Sibarani saat melakukan kunjungan kerja ke tiga kota di negeri Tirai Bambu yakni Qingdao, Hangzhou dan Shanghai.

BKPM menyambut baik minat tersebut dan minat yang disampaikan merupakan bukti nyata upaya mempromosikan investasi di Indonesia.


"Timing-nya tepat karena setelah revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Apalagi saat ini, pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri untuk mendorong industri farmasi dalam negeri," jelas Franky dalam keterangan pers, Minggu (19/6).

Dia menjelaskan, terdapat empat perusahaan di sektor farmasi dalam pertemuan di Shanghai yang menanyakan regulasi terbaru terutama terkait dengan kepemilikan asing serta beberapa peraturan penunjang.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia sendiri sedang menyusun peta jalan dan rencana aksi pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, meningkatkan produksi vaksin, produk bioteknologi, produk alam, serta industri bahan baku obat serta meningkatkan pasokan alat kesehatan produk dalam negeri seperti furnitur rumah sakit, implan ortopedi, peralatan elektromedikal, diagnostics instruments, diagnostics reagents dan lainnya.

Selain itu, menurut Franky, pemerintah memiliki program jaminan kesehatan nasional yang berpotensi untuk meningkatkan kebutuhan akan obat dan alat kesehatan.

Namun sebanyak 96 persen bahan baku yang digunakan industri farmasi diperoleh melalui impor, sehingga pemerintah berupaya untuk mendorong industri bahan baku obat dalam negeri dengan membuka 100 persen untuk asing.

"Presiden Joko Widodo mengharapkan pada tahun 2019, pemenuhan kebutuhan bahan baku obat dalam negeri bisa mencapai 50 persen," kata Franky.

Tahun ini pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp 67,2 triliun untuk kesehatan yang salah satunya digunakan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional.

"Hingga saat ini, pemerintah juga terus berupaya untuk memetakan dan melakukan penyederhanaan perizinan khususnya di bidang farmasi. Serta menyelesaikan rencana pembentukan standar mutu produk farmasi dalam rangka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), diharapkan industri farmasi Indonesia bisa berkontribusi besar dalam pemenuhan pasar Asean," jelas Franky.

Negara Tiongkok sendiri merupakan salah satu sumber investasi utama bagi Indonesia dengan realisasi investasi sebesar USD 2,6 miliar sejak tahun 2010. Terutama di sektor infrastruktur, industri logam, mesin, dan elektronik.

Sejak 2010, tercatat USD 52,3 miliar komitmen investasi asal Tiongkok yang terdaftar di BKPM.

Data BKPM, periode triwulan pertama tahun 2016, realisasi dari Tiongkok mencapai USD 464 juta, terdiri dari 339 proyek dan menyerap tenaga kerja 10.167 tenaga kerja. Hal itu membuat posisi Tiongkok berada di peringkat empat setelah Singapura, Jepang dan Hongkong. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya