Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Setelah Daging, Data Ikan Ikut Simpang Siur

SABTU, 18 JUNI 2016 | 13:55 WIB | LAPORAN:

Setelah polemik data daging sapi, kini data pasokan ikan juga disinyalir tidak akurat. Kementerian yang terkait dengan data pangan selama ini terbukti tidak berkoordinasi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi, menilai pemerintah gagal dalam mengendalikan pasokan ikan skala nasional. Ironis jika negara maritim seperti Indonesia harus mengimpor ikan untuk memenuhi kuota pasokan ikan secara nasional.

"Ini sebetulnya masalah lagi ada di data ikan yang dimiliki oleh pemerintah, bagaimana produksinya, distribusi ikan dan penggunaannya untuk apa. Ini yang salah sama seperti data data pangan lain, seperti data daging," kata Yoga dalam diskusi bertajuk "Negeri Kelautan tapi Impor Ikan?", di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).


Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, kementerian yang bersinggungan dengan pangan tidak berkoordinasi satu sama lain. Hasilnya, data konsumsi di Kementerian Pertanian dengan Kementerian Koordinator Ekonomi pun tidak sejalan.

"Jika tentang data saja berbeda, lalu dimana kinerjanya? Ini kan memalukan," ungkapnya.

Di kesempatan sama, Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Arif Satria, menilai sangat wajar jika pemerintah melakukan impor untuk memenuhi pasokan ikan. Menurutnya impor ikan yang dilakukan adalah untuk jenis ikan yang tidak ada di perairan Indonesia.

"Impor memang tidak wajar, tapi untuk ikan yang tidak bisa hidup di perairan Indonesia seperti ikan salmon, pemerintah harus impor," ujar Arif. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya