Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Dapat Restu Mendag, PPI Siap Distribusikan Daging Rp 70 Ribu

JUMAT, 17 JUNI 2016 | 21:53 WIB | LAPORAN:


PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) tancap gas. Perusahaan plat merah ini langsung melakukan importasi daging sapi secara komersial dalam rangka membantu menambah pasokan daging nasional.

PPI sebelumnya mendapatkan ijin impor daging dari Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, berupa karkas dan secondary cut. PPI mendistribusikan dan jual daging langsung kepada para pedagang daging di beberapa pasar tradisional dan juga dengan menggelar pasar murah ke beberapa titik.  

"Tujuan utama PPI adalah agar dibulan suci,jelang lebaran Idul Fitri hingga akhir tahun kebutuhan terhadap daging untuk masyarakat dapat teratasi dengan baik dan terjangkau, tegas Direktur Utama PT. PPI, Dayu Padmara Rengganis di Jakarta, Jumat (17/6).

"Tujuan utama PPI adalah agar dibulan suci,jelang lebaran Idul Fitri hingga akhir tahun kebutuhan terhadap daging untuk masyarakat dapat teratasi dengan baik dan terjangkau, tegas Direktur Utama PT. PPI, Dayu Padmara Rengganis di Jakarta, Jumat (17/6).

Dalam melakukan impor, kata dia, PPI bekerja sama dengan Ficorp Group, perusahaan yang mempunyai saham di jaringan industri sumber supply daging sapi di Australia.

"Impor perdana sore ini berupa Chilled Karkas, yakni daging segar/bukan daging beku yang berbentuk ¼ potongan sapi beserta tulang sebagaimana bentuk sapi potong di RPH, yang langsung diterbangkan dengan Garuda dari Australia pagi hari setelah pemotongan dan sampai di Jakarta, sore tadi," jelas Dayu.

Dia melanjutkan, PPI memutuskan memilih bentuk karkas. Nilai tambah dari karkas adalah sebagai bahan untuk dapat memberikan pengetahuan tentang tehnik pemotongan daging dan tulang berstandar kepada masyarakat, menciptakan lapangan kerja sekaligus menurunkan harga. Adapun Karkas terdiri dari jenis daging mulai dari yang murah sampai yang mahal, yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli, misalnya untuk jenis Samcan yang cocok untuk Rendang, Rawon, Gulai, kita patok harga Rp. 70.000, sedangkan sandung lamur dan lamusir, kita patok seharga Rp.85.000.

Langkah PPI selanjutnya, lanjut Dayu, adalah menugaskan 34 cabang di berbagai daerah dan kota untuk menggelar pasar murah bersama-sama dengan produk Gula PPI dengan pabrik. Penyaluran dilakukan melalui jaringan 5913 outlet/toko PPl yang tersebar di seluruh lndonesia. Disisi lain untuk pemasaran dan distribusi PPI juga bekerja sama dengan Koperasi Produksi Usaha Ternak Terpadu Indonesia (UTTI).

"Pemasaran awal meliputi Jabodetabek, dan selanjutnya akan dipasarkan juga oleh cabang daerah seperti PPI Bandung, Semarang, Jogja serta Medan. Semua yang dilakukan oleh PPI agar masyarakat mendapatkan hak sosialnya dengan membeli harga daging yang wajar dan terjangkau dan berkualitas baik,” terang dia.

"Dengan daging murah PPI yang dijual adalah daging halal berkualitas bagus dan segar dengan harga mulai Rp. 70 ribu perkilogram tersebut, maka pastinya harga daging yang dijual PPI lebih murah dari harga daging dipasar saat ini yang sudah mencapai rata-rata Rp.120 ribu hingga Rp. 130 ribu perkilogram. Langkah tersebut sesuai harapan yang diinginkan oleh Pemerintah dalam membantu kebutuhan dan sesuai dengan daya beli masyarakat dengan menjual daging murah, halal dan berkualitas."

Dayu menambahkan, pembelian daging murah, halal dan berkualitas dari PPI tidak ada syarat apapun, seperti kartu, keanggotaan dan status sosial masyarakat.
"Pokoknya semua masyarakat dapat membeli daging murah, halal dan berkualitas secara normal seperti biasanya, dengan harga mulai dari Rp 70.000 sampai dengan Rp 85.000," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya