Berita

Komjen Tito Karnavian:net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Tito Karnavian: Senioritas Penting, Tapi Yang Utama Adalah Interpersonal Skill

JUMAT, 17 JUNI 2016 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meski berasal dari angkatan yang terbilang junior, Presiden Joko Widodo memilih jenderal bintang tiga ini untuk diajukan sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti.

Mendapat kepercayaan, Komjen Tito menilai, senioritas me­mang penting di tubuh Polri.

"Masalah senior itu penting, tapi yang utama adalah inter­personal skill. Yaitu membangun hubungan dengan semua pihak tapi bukan berarti menyenang­kan semua pihak," tutur peraih Adhi Makayasa Akpol 1987 itu, saat ditemui di Jakarta, kemarin.


Lalu, apa saja targetnya se­bagai calon pemimpin Korps Bhayangkara? Berikut penjela­sannya:

Presiden mengajukan nama Anda sebagai calon tunggal Kapolri?

Bagi saya ini adalah keper­cayaan dari Presiden dan ama­nah dari Allah SWT. Saya akan laksanakan tugas dengan seop­timal mungkin untuk bangsa, negara dan masyarakat.

Persiapan Anda?
Masih ada proses yang harus dijalani. Semoga saya mendapat dukungan semua pihak.

Ada pro dan kontra dalam pencalonan Anda, karena Anda dianggap berasal dari angkatan junior?
Masalah senior itu penting, tapi yang utama adalah inter­personal skill. Yaitu membangun hubungan dengan semua pihak, tapi bukan berarti menyenang­kan semua pihak.

Maksudnya?
Penempatan jabatan di Polri tetap akan mengutamakan kompetensi dan visi reformasi. Jenderal senior yang tak punya kompetensi tentu tak akan diberi jabatan. Bukan berarti senior dapat tempat. Tapi yang punya kompetensi dan visi reformasi.

Senioritas bukan jaminan seseorang pasti mendapatkan respek dari bawahannya. Yang terpenting, pemimpin tersebut bisa menunjukkan komitmen dan kompeten dalam bertugas. Tidak menjamin senioritas pasti dapat loyalitas. Banyak organ­isasi yang senior bisa saja tidak diikuti juniornya. Junior pun kalau tunjukkan komitmen, juga dapat diikuti semuanya. Hubungan kami sangat baik dengan senior-senior. Di Polda Metro juga sama. Wakil saya angkatan 83, orang ketiganya 85, saya angkatan 87.

Sudah berkomunikasi den­gan jenderal-jenderal senior?

Banyak. Setelah diputuskan saya langsung mendatangi ru­mah-rumah senior. Saya nggak bisa sebutkan, banyak sekali senior-senior.

Tanggapan mereka?
Dan dari komunikasi kita, saya dapat pesan, prinsip senior mendukung. Tapi saya harus menunjukkan leadership yang dapat diterima.

Menerimanya bagaimana?

Asalkan komitmennya lah melakukan reformasi dan per­baikan Polri.

Benar Anda sempat meno­lak jadi Kapolri?
Benar. Saya memang per­nah menolak dengan halus ke Kapolri. Saya sampaikan mau­pun ke Pak Menko Polhukam.

Kenapa menolak?
Pada prinsipnya saya junior, saya mengharapkan senior-senior yang maju lebih dahulu, sehingga saya menolak secara halus ketika Kapolri menanya­kan kesediaan saya. Sebaiknya senior yang diberi tempat. Saya merasa tahu diri masih 6-7 tahun lagi pensiun.

Lantas bagaimana Anda kemudian menerima?

Saya sendiri tidak tahu apakah nama saya masuk dalam (daftar yang dikirim) Wanjakti atau tidak. Saya justru tahunya dari media, saya tidak mengikuti apa yang terjadi di Wanjakti. Kemudian saya baru dikasih tahu tiga hari yang lalu oleh Mensesneg dan Setkab. Kemudian ini perintah dan saya laksanakan dengan maksimal nantinya.

Saat diberi tahu ada keputu­san, sebagai prajurit, tidak boleh membantah. Saya memahami saya termasuk junior dalam generasi Kepolisian. Tapi ini perintah. Prajurit tidak boleh melanggar perintah. Ketika presiden memilih seseorang, tradisi Polri/TNI itu adalah loyal pada pimpinan. Pasti akan saya lakukan semaksimal mungkin.

Anda dekat dengan Menko Polhukam?
Saya baru kerjasama den­gan Pak Luhut setelah jadi kepala BNPT karena kepala BNPT ketua hariannya adalah Menko Polhukam. Bukan hanya saya, kepala BNN, Bakamla, Kemenkumham, ini yang di bawah.

Lantas, apa program terdekat Anda jika disetujui DPR?

Reformasi internal. Artinya reformasi birokrasi, mentalitas pelayanan masyarakat yang leb­ih baik, menekan budaya korupsi dan pelanggaran-pelanggaran anggota

Caranya?

Membuat sistem mekanisme yang bagus. Baik di bidang re­krutmen, pembinaan karir, dan reward and punishment. Kalau ini berjalan baik maka output­nya akan baik. Publik akan merasakan dan profesionalisme penegakan hukum. Kamtibmas terwujud. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya