Berita

Ahok Lebih Baik Maju Lewat Partai Dibanding Jalur Perseorangan

RABU, 15 JUNI 2016 | 10:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Basuki T. Purnama tidak perlu lagi maju lewat jalur perseorangan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Mengingat, dukungan Hanura, Golkar, dan Nasdem sudah cukup mengantarkan Ahok berkontestasi untuk 'mempertahankan' jabatan yang saat ini dia duduki.

"Dengan tiga partai itu, tidak perlu (jalur) perseorangan," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.


Apalagi, sambung Hendri, maju lewat partai politik lebih aman bila dibandingkan jalur perseorangan, yang harus mengumpulkan KTP dan belakangan juga mesti dilakukan verifikasi faktual.

"Memang, jalur partai jauh lebih aman. Ibarat mobil, parpol banyak air bag-nya, jadi lebih selamat. Dan dia sudah mulai sadar, jalur perseorangan terjal dibanding parpol," ungkap juru bicara Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi).

Dia mengakui akan banyak relawannya yang kecewa. Apalagi, Teman Ahok sudah berjuang mengumpulkan KTP untuk memuluskan langkah Ahok maju di Pilkada lewat jalur non-partai.

"Kalau banyak pendukung kecewa, hal biasa dilakukan Ahok. Pendukungnya juga nggak akan peduli. Karena Teman Ahok (juga) bagian dari strategi Ahok. Dia menempatkan (Teman Ahok) sebagai back up line. Teman Ahok sadar itu," demikian Hendri Satrio.

Kemarin, Ahok sendiri memang menyampaikan bahwa kelompok relawan yang tergabung dalam Teman Ahok mendorong dirinya maju lewat jalur independen karena khawatir tidak didukung parpol.

"Dulu kan kita hanya berpikir, teman-teman Ahok khawatir saya enggak bisa ikut gitu kan. Makanya sekarang saya mau tanya mereka maunya gimana," ujar Ahok saat ditanya soal dukungan Golkar. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya