Berita

Bisnis

Dirut PD Dharma Ngeluh Ke Jokowi Soal Harga Daging

SELASA, 14 JUNI 2016 | 19:18 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu per kilogram dikeluhkan oleh PD Dharma Jaya.

Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma bahkan mengaku ketidaksanggupannya tersebut sudah disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo.

"Saya ditanya Presiden langsung, saya jawab enggak bisa, saya enggak bisa berbohong. 'Kamu mau untung besar ya?'Saya bilang bukan Pak," ungkap dia saat bertemu Komisi B DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).


Rina menjelaskan, harga Rp80 ribu per kilogram hanya mungkin untuk menjual daging sapi impor. Sedangkan untuk daging sapi fresh harga pokok produksi (HPP) yang diperhitungkan Dharma Jaya hanya bisa ditekan sekitar Rp95-99 ribu per kilogram.

"Kalau untuk daging masyarakat adalah kebutuhan rendang, semur, opor itu di Rp95-99 ribu yang fresh, enggak bisa Rp80 ribu," beber Rina.

Salah satu faktor yang menyebabkan harga daging sapi sulit ditekan ialah harga oval atau jeroan sapi sangat rendah. Di Indonesia, bagian oval dijual dengan cara diborong dengan harga Rp7 ribu per kilo. Padahal, jika harga oval bisa ditingkatkan, bisa menekan harga daging sapi.

"Di negara maju, oval atau kepala, kaki, kulit buntut harganya tinggi," jelas Rina.

Oleh karena itu, dia minta DPRD DKI agar bisa menganggarkan dana untuk perbaikan rumah potong hewan (RPH).

Rina menyesalkan penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada Dharma Jaya sebesar Rp50 miliar di APBD 2016 batal dimasukkan.

"Kalau negara ini mau bisa mengendalikan (harga daging sapi), tolong bantu RPH diperbaiki, bikin pengolahan oval, oval harus punya nilai," tandasnya. [sam]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya