Berita

pramono anung/net

Politik

Pramono: Presiden Dengarkan Semua Masukan Soal Kapolri

SELASA, 14 JUNI 2016 | 13:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi III DPR telah meminta Presiden Joko Widodo agar segera mengajukan nama untuk mengisi jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Hal ini mengingat masa tugas aktif Jenderal Badrodin Haiti yang akan berakhir pada 24 Juli mendatang, namun hingga saat ini Presiden Jokowi belum memutuskan.

"Sumber masukan Presiden memutuskan Kapolri ada berbagai hal. Yang pertama Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasonal) sudah menyampaikan, dan sekarang ini kami mendengar Polri  sendiri sudah menyiapkan hasil Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) untuk dikirim ke Presiden. Presiden tentunya mendengarkan berbagai masukan terutama dari masyarakat, dari publik, dari media dan sebagainya," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6).

Jelas Pramono, soal apakah dan kapankah Presiden memutuskan Kapolri, itu sudah kewenangan Kepala Negara.


Diakui politisi PDIP ini seperti dilansir dari laman setkab.go.id, Presiden sudah memanggil banyak orang, mendengarkan berbagai pihak.

"Kapan akan memutuskan, ya ini hanya Presiden yang tahu. Karena ini sudah hak prerogratif Presiden sepenuhnya. Kami menghormati itu. Kita tunggu kapan Bapak Presiden mengumumkan," tuturnya.

Ditanya ada berapa nama yang diusulkan, Pramono mengaku tidak elok jika dirinya yang menyampaikan.

Soal apakah diperpanjang atau menggantikan? Menurut Pramono dua opsi itu ada. "Saya tidak mau berpolemik apakah Kapolri diperpanjang atau Kapolri baru. Ini sepenuhnya kewenangan Presiden," ungkapnya.

Yang jelas, Pramono memastikan tidak ada ketentuan yang akan dilanggar Presiden dalam penentuan Kapolri. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya