Berita

foto :net

Bisnis

Ingat, Petani Sejahtera Berarti Negara Aman

SENIN, 13 JUNI 2016 | 10:00 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta untuk memperhatikan Nilai Tukar Petani (NTP) agar senantiasa terjaga bahkan kalau perlu diupayakan mengalami kenaikan.

Anggota komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengevaluasi, NTP nasional berdasar sumber data dari Badan Pusat Statistik, pada Maret 2016 sebesar 101,32 atau turun 0,89 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,22 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,68 persen.


Pada Maret 2016 juga terjadi inflasi pedesaan di Indonesia sebesar 0,95 persen disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok konsumsi rumah tangga yang juga mengakibatkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2016 sebesar 109,33 atau turun 0,33 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

"Saya mengingatkan kepada pemerintah, bahwa upah petani ini sebagai landasan untuk memperbaiki citra bangsa Indonesia pada tingkat kesejahteraan dan keamanan negara," terang Andi Akmal dalam keterangannya, Senin (13/6).

Akmal menceritakan, pada sejarah masa lampau, bertepatan pada hari ini 13 Juni 1381, telah terjadi tragedi memilukan ketika para petani tersakiti kemudian melakukan aksi anarkis memporak-porandakan gedung-gedung Inggris. Gedung dibakar, harta benda dijarah, bahkan para petinggi negara dipenggal merupakan bentuk aksi anarkis yang terjadi pada saat itu. Kejadian itu memiliki penyebab utama yaitu upah yang rendah. Upah rendah ini dianggap sebuah ketidakadilan yang berakibat pada kelaparan.

Bahkan kejadian yang sama pada tahun 1800an, zaman kekaisaran China juga terjadi kerusuhan yang besar hingga berakibat runtuhnya beberapa dinasti. Kelaparan, ketidakadilan yang berasal dari upah yang rendah menyelimuti kehidupan petani sehingga guncangan negara terjadi.

"Kami ingin, petani negeri ini sejahtera. Bukti yang dapat diukur adalah nilai tukar petani (NTP) yang baik. Karena sejahtera petani, maka negara memiliki tambahan imunitas terhadap masalah keamanan," pinta Akmal.[wid]

 

 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya