Berita

Di Kebun Cabai, Mang Asep Curhat Ke Pejabat Negara

MINGGU, 12 JUNI 2016 | 14:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Petani cabai bernama Mang Asep menjadapat kunjungan kehormatan dari pejabat tinggi negara di kebunnya, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/6).

Mang Asep pun tidak menyia-nyiakan momen berharga itu. Dia bercerita sambil curhat mengenai kehidupan petani sayur mayur di daerahnya.

Mang Asep mengeluhkan kesenjangan harga yang rendah di petani, tetapi tinggi di konsumen.


"Harga cabai di kami (petani) per kilo hanya Rp 6.000 Pak, rendah sekali dan tidak untung sama sekali malah lebih sering rugi. Padahal di pasar (konsumen) tinggi mencapai Rp 20.000," curhap dia.

Mang Asep juga menerangkan bahwa kesenjangan harga ini karena ketergantungan petani yang tinggi terhadap tengkulak. Menurutnya, petani kesulitan mendapatkan subsidi dan bantuan modal dari pemerintah.

Selain Mang Asep, petani cabai, pejabat tinggi negara tersebut juga menerima keluhan yang sama dari petani tomat bernama Entis. Entis mengeluhkan harga tomat yang hanya Rp 2.000 di tingkat petani, namun di pasar bisa mencapai Rp 15.000. Akibatnya banyak tomat busuk yang tidak terjual.

Mendengar curhatan para petani itu, pejabat tinggi negara ini mengaku kaget. Di benaknya, kalau harga di konsumen tinggi, seharusnya petani juga untung.

"Yang saya tahu, harga cabai mahal dan harusnya petani untung. Inilah kesenjangan harga itu yang merugikan petani," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menemui ratusan petani tomat dan cabai di Desa Sirnajaya. Dalam pertemuan tersebut Zulkifli juga mengadakan dialog dan sambung rasa dengan para petani.

Menurut dia, pemerintah harus bertindak memotong rantai kesenjangan harga di pasar dan petani. Harus ada tindakan nyata agar petani bisa sejahtera dan harga di konsumen juga sesuai.

Ketua Umum PAN ini juga berharap pemerintah mempermudah skema subsidi dan pembiayaan untuk petani. Agar petani tidak lagi bekerjasama dengan tengkulak dan kesenjangan harga tidak terjadi lagi.

Dia menghimbau agar petani membuat kelompok-kelompok tani yang kuat agar bisa kompak menghadapi tengkulak. Kelompok tani ini harus dibuat legal dengan membentuk badan hukum.

"Posisi tawar petani akan kuat kalau kompak dan menghadapi masalah bersama-sama. Jangan lupa buat dalam bentuk koperasi atau badan hukum agar bisa menyerap subsidi pemerintah maupun menghadapi tengkulak," tegas Zulkifli. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya