Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Pakar: Holding Energi Untungkan PGN

SABTU, 11 JUNI 2016 | 01:53 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pakar bidang ketahanan energi dan pengajar geoekonomi pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Dirgo D. Purbo menilai Holding Energi akan membawa keuntungan bagi PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Menurutnya keuntungan tersebut lantaran PGN sebagai perusahaan yang posisinya distributor gas akan mendapatkan akses langsung dengan sumber energi.

"Dan ini tentu memberikan suatu advantage, dan akan memberikan dampak positif dalam hal biaya operasional,” kata dia di Jakarta, Jumat (10/6).


Dirgo menjelaskan, holding juga akan  menjadikan operasional Pertamina dan PGN menjadi lebih efektif dan efisien. Nah, hal ini juga berdampak positif terhadap biaya operasional, yang akan berkurang secara korporat.

Biaya operasional juga akan jauh lebih murah. Lanjut Dirgo, besarnya biaya yang terpangkas dengan adanya integrasi operasional antara Pertamina dan PGN tersebut, bisa mencapai 30 persen.

Dia menjelaskan, peningkatan efektivitas dan efisiensi terjadi, karena Pertamina dan PGN memiliki aset operasional yang sama, seperti fasilitas operasi, perlengkapan dan sistem kontrol. Selain itu, penggabungan aset operasional juga akan mengurangi faktor gangguan pasokan dari sumber energinya, dalam hal ini Pertamina di hulu dan PGN di hilir yang dioperasikan dalam satu manajemen.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, penggabungan PGN ke Pertamina juga akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional. Sebab, holding bisa memperkuat sektor minyak dan gas nasional. "Langkah strategis inilah yang memperkuat posisi industri migas secara vertikal. Integrasi merupakan kekuatan fundamental dari industri migas," katanya.

Terpisah, pengamat dan dosen Ketahanan Energi Universitas Pertahanan, Yanif Dwi Kuntjoro menjelaskan, integrasi PGN ke Pertamina juga akan mengurangi biaya investasi dalam infrastruktur energi. Misalnya, aspek biaya koordinasi atau komunikasi. Belum lagi hal lain, seperti kompetensi dan kompetisi sumber daya manusia yang menjadi satu atap.

"Kedua perusahaan lebih singkat, cepat, murah dalam berkoordinasi ataupun berkomunikasi. Sehingga diharapkan melalui logika rasional berdampak pada harga gas semakin turun," ujarnya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memutuskan menjadikan Pertamina sebagai induk usaha BUMN di sektor energi. PGN akan menjadi salah satu anak usaha holding BUMN energi tersebut. Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding BUMN energi bisa dituntaskan pada 2016. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya