Berita

net

Hukum

SUAP PODOMORO

Anggota DPRD DKI Penikmat Suap Terus Diusut

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 21:30 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami adanya dugaan aliran uang dari pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta ke sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menegaskan, penyidik telah menelisik adanya dugaan bagi-bagi fee dari pengembang proyek reklamasi kepada sejumlah anggota DPRD DKI. Meski demikian, Yuyuk belum mau lebih jauh soal adanya dugaan penggelontoran uang kepada anggota DPRD tersebut dikarenakan masih dalam proses penyelidikan.

"Sedang didalami oleh penyidik (soal satu-satu fee itu). Tidak bisa disampaikan hasil pemeriksaannya," ujar Yuyuk di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (10/6).


Selama sepekan ini, penyidik KPK telah beberapa kali memanggil sejumlah anggota dewan dari Kebon Sirih. Mereka diantaranya Muhammad (Ongen) Sangaji, Selamat Nurdin, Bestari Barus hingga Prasetyo Edi Marsudi.

Yuyuk menjelaskan, penyidik masih terus mengkorek keterangan seputar pembahasan raperda dan pertemuan dengan para pengembang. Pertemuan tersebut dimotori Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, pertemuan itu juga yang menjadi akar adanya dugaan penggelontoran uang kepada anggota DPRD DKI.

Diketahui, pembahasan raperda yang berujung suap ini yakni Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta saat ini bergulir di Balegda. Di mana, Ketua Komisi D DPRD DKI M. Sanusi merupakan salah satu anggotanya.

Sanusi diduga menerima suap hingga Rp 2 miliar di tengah pembahasan raperda tersebut dari Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. Agung Podomoro sendiri turut andil dalam mega proyek dengan mengerjakan pembuatan Pulau G lewat anak usahaanya PT Muara Wisesa Samudera.

Hingga saat ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap terkait reklamasi. Yakni Ketua Komisi D DPRD DKI M Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan karyawan PT Agung Podomoro Trinanda Prihantoro. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya