Berita

nurhadi/net

Hukum

Batal Diperiksa KPK, Nurhadi Pilih Ikut Rapat

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 17:43 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman. Pasalnya, Nurhadi lebih memilih menghadiri rapat di Bogor, Jawa Barat dibandingkan memenuhi panggilan penyidik.

Plh. Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, pihaknya telah mendapat surat keterangan Nurhadi tidak bisa memenuhi panggilan penyidik. Dalam surat disampaikan bahwa Nurhadi sedang mengikuti rapat dan meminta untuk penjadwalan ulang pemeriksaan.

"Stafnya datang bawa surat yang menyatakan Nurhadi tidak bisa datang karena ada rapat di Bogor," ujar Yuyuk di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (10/6).


Rencananya, Nurhadi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penanganan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Anak buah Hatta Ali itu akan dimintai keterangan untuk mantan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Ariyanto Supeno yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

Pemeriksaan ini sedianya adalah kali keempat bagi Nurhadi pada kasus tersebut. Pada pemeriksaan sebelumnya, Nurhadi selalu irit bicara. Dia bahkan membantah terlibat dalam perkara suap ini.

Nurhadi sendiri telah dicegah oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Tak hanya itu, kantornya di MA dan kediamannya telah digeledah KPK. Dari penggeledahan, ditemukan uang sebesar Rp 1,7 miliar yang terpecah dalam berbagai mata uang asing.

Dalam kasus dugaan suap pendaftaran perkara PK pada PN Jakpus ini KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka yakni Panitera/Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Ariyanto Supeno. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya