Berita

foto :net

Bisnis

Penegakan Hukum Masih Fokus Wajib Pajak Kelas Teri

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 15:44 WIB | LAPORAN:

Alotnya proses pembuatan UU Tax Amnesty di DPR dikarenakan ada tiga persoalan.

Pertama, belum sinkronnya antara legislatif dan eksekutif tentang pembahasan tax amnesty (pajak pengampunan). Kedua, masih mengganjalnya kepentingan di kalangan pengusaha dengan pemerintah. Dan terakhir, belum tersosialisasikannya rencana RUU Tax Amnesty kepada masyarakat.

Demikian terungkap dalam diskusi publik bertema 'Menakar Implementasi Tax Amnesty di Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (9/6) malam.


Ketua panitia Isti Nugroho mengatakan, banyak orang Indonesia memiliki uang yang disimpan di luar negeri tanpa terkena pajak. Dengan adanya tax amnesty ini diundangkan akan membuat pemilik uang yang disimpan di luar negeri itu kembali ke dalam negeri.

Diskusi menghadirkan pembicara seperti Yustinus Prastowo pengamat pajak, Salamuddin Daeng pengamat ekonomi makro dan praktisi perpajakan Bawono Setiaji. Sedangkan Supriyanto anggota DPR yang diharapkan hadir ternyata berhalangan.

Yustinus mengatakan, prinsipnya, UU Tax Amnesty dibuat antara lain selain sebagai instrumen untuk mendongkrak sisi penerimaan pajak, juga diharapkan dapat memperluas basis data perpajakan, mendorong repatriasi modal dan menambah jumlah Wajib Pajak.

"Prinsipnya kita harus segera finalisasikan. Kegunaan Tax Amnesty itu tak hanya untuk menggenjot setoran pajak saja, tapi juga bisa meningkatkan basis pajak, repatriasi modal, dan jumlah wajib pajak serta kepatuhan wajib pajak juga," kata Yustinus.

Namun yang penting dalam pengampunan pajak ini adalah masalah penegakan hukum. "Setelah pengampunan pajak apakah betul ada penegakan hukum yang keras, itu harus jelas. Kalau penegakan hukumnya lembek, maka orang tidak mau ikut amnesti, sebab mereka tidak diapa-apakan," ujar Yustinus.

Dia mengakui saat ini pemerintah belum melaksanakan penegakan hukum yang efektif terhadap pengemplang pajak. Hanya WP kelas teri saja yang ditindak dengan melakukan penyanderaan. Jika pemerintah tegas dalam melakukan penegakan hukum, maka dalam setahun bisa memeriksa dua persen wajib pajak nakal.

Sementara, Bawono Setiaji menekankan pemberian ampunan kepada pengemplang pajak melalui UU Tax Amnesty harus diberikan hanya sekali. Untuk itu, RUU Pengampunan Pajak yang saat ini sedang dibahas DPR dengan pemerintah harus dipersiapkan dengan matang.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya