Berita

Bisnis

Momen Ramadhan, APP Sinar Mas Kembali Wakafkan Mushaf Alquran

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 10:53 WIB | LAPORAN:

Tahun ini Asia Pulp & Paper (Sinar Mas) kembali melanjutkan program wakaf Alquran.

Sepanjang tahun 2016, anak usaha PT Sinar Mas ini sudah mewakafkan 100 ribu mushaf Alquran yang masuk dalam program corporate social responsibility sejak 2008 silam.

Selain mushaf, diwakafkan juga 50 ribu juzama, dan 500 Alquran braille yang disebar bekerja sama dengan Pemda, yayasan, TNI serta sekolah di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua.


Menurut Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, wakaf mushaf Alquran salah satu upaya untuk membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mushaf Alquran di Indonesia.

"Pasalnya, data dari Departemen Agama, kebutuhan mushaf Alquran diperkirakan sekitar 2 juta mushaf setiap tahunnya. Namun masih sangat sedikit yang bisa didukung oleh pemerintah. Karenanya butuh peran serta dunia usaha," ujar Suhendra dalam keterangan resminya.

Sejak awal 2008, Suhendra menjelaskan, pihaknya sudah mulai mewakafkan 10 ribu hingga 20 ribu mushaf Al Quran.

Melihat baiknya respon masyarakat, APP Sinar Mas lantas meningkatkan jumlah mushaf Alquran yang diwakafkan setiap tahunnya.

"Tiga tahun terakhir kami secara konsisten melakukan wakaf 100 ribu mushaf Alquran. Jumlah ini kami coba pertahankan dan kami memikirkan kemungkinan untuk meningkatkan jumlah mushaf yang kami wakafkan setiap tahun,” kata Suhendra.

General Manager Corporate Affairs APP Sinar Mas, Yuki Wardhana menambahkan, daerah persebaran wakaf mushaf Alquran ini tidak hanya di Indonesia bagian barat dan sekitar Jakarta tetapi juga mulai merambah Indonesia Timur.

"Khusus Ramadhan tahun ini, wakaf mushaf Alquran juga akan diserahkan melalui acara berbuka puasa serta khatam Alquran bersama anak 1.500 anak yatim," tuntasnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya