Berita

foto:net

On The Spot

Karyawan ICMI Tetap Setia Buka Google Dan YouTube

Sekjennya Minta Pemblokiran
JUMAT, 10 JUNI 2016 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jafar Hafsah dikabarkan meminta pemerintah memblokir Google dan YouTube. Alasannya, dua situs itu sering digunakan untuk menyebar konten pornografi dan kekerasan.

Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap karyawan ICMI yang asyik membuka layanan mesin pencari dan situs video sharing ini pada Rabu lalu (8/6), saat Rakyat Merdeka bertamu ke kantor mereka di Jalan Warung Jati Timur Nomor 1, Pancoran, Jakarta Selatan.

Mereka malah asyik menon­ton YouTube yang menampilkan penceramah agama dari Timur Tengah. Belum puas, salah se­orang staf sekretariat membuka Google untuk mencari bacaan-bacaan yang bermanfaat selama Ramadhan.


Menurut Kepala Sekretariat ICMI, Sibawehi, sepanjang menggunakan kedua situs terse­but secara baik, justru sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi. "Kami masih meng­gunakan Google dan YouTube untuk keperluan sehari-sehari," ujar Sibawehi, siang itu.

Siang itu, suasana Kantor ICMI sepi. Tidak ada aktivitas yang mencolok di gedung lima lantai ini. Beberapa karyawan asyik di depan komputernya masing-masing yang berada di lantai 3. Sedangkan Sekjen ICMI, Jafar Hafsah tidak ada di kantornya. "Pak Jafar sedang ada kegiatan di luar," ujar Sibawehi.

Sebelumnya, Jafar Hafsah me­nilai, situs Google dan YouTube secara bebas menyebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa ada kontrol sedikitpun. "Kedua situs itu memberikan dampak negatif bagi Indonesia," kritik Jafar pada Selasa lalu (7/6).

Namun, menurut Sibawehi, Jafar tidak meminta kedua situs populer itu ditutup atau diblokir pemerintah. "Yang dimaksud Pak Jafar, bukan ditutup. Tapi, difilter saja agar konten porno dan kekerasan tidak bisa diakses lagi," jelasnya.

Sebab, lanjut Sibawehi, saat ini masyarakat bisa dengan mu­dah mengakses konten terlarang di situs tersebut tanpa ada filter sama sekali. "Kalau ini dibiarkan terus, akan sangat berbahaya bagi generasi kita selanjutnya," tandas dia.

Sibawehi tidak memungkiri, dua situs tersebut juga memberi­kan manfaat bagi penggunanya. Bagi masyarakat yang ingin tahu sesuatu tanpa harus capek ketemu pihak lain. "Tinggal tanya Google, semua terjawab tanpa harus malu bertanya," tandasnya.

Namun, dia mengkritisi, se­lama Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) di­jabat Rudiantara, filter terhadap konten pornografi dan kekerasan lebih longgar dibanding era Menkominfo sebelumnya, Tifatul Sembiring. "Sebelumnya kalau ada konten terlarang me­nyebar, esok harinya langsung hilang atau tidak dapat diakses," tandasnya.

Sedangkan saat ini, lanjut­nya, konten terlarang mudah diakses selama beberapa waktu. "Ditutup kalau sudah ramai pe­nolakan," kritiknya.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah tanggap dan proaktif mengawasi konten kekerasan dan pornografi yang tersebar di dunia maya, termasuk di Google dan YouTube.

"Jadi, tak harus menunggu lama-lama," harapnya.

Terpisah, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menegaskan, pihaknya tak pernah mend­esak pemerintah menutup situs Google dan YouTube.

"Itu bukan sikap resmi ICMI. Tidak mungkin Google dan YouTube dilarang, karena kita bukan China yang sudah 10 tahun lalu melarang," tegas Jimly.

Menurut Jimly, pemerintah bisa melakukan berbagai upaya untuk menyaring konten ter­larang. "Yang harus kita lakukan sebagai bangsa bermoral adalah, membimbing generasi muda dan pengguna medsos, agar tak membuka situs-situs porno," saran bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Dia mengaku sudah berbi­cara dengan Menkominfo untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno. "Kita ingin mengefektifkan pemblokiran situs porno dan pemerintah punya pan­dangan yang sama," tandasnya.

Tak lupa, Jimly meluruskanpernyataan Jafar Hafsah yang meminta agar Google dan YouTube memblokir sendiri konten pornonya. "Itu tidak mungkin, karena kontennya itu banyak sekali yang baru," ucapnya.

Sebab, kata dia, hal tersebut sudah merupakan realitas di dunia maya. "Jadi tinggal kita serukan para penggunanya me­nentukan pilihan moral sendiri," ucapnya.

Permintaan pemblokiran Google dan YouTube ditolak Menkominfo Rudiantara. Dia menegaskan, tidak mungkin memblokir Google dan YouTube. "Saya pikir tidak mungkin kami memblokir dua situs tersebut di era keterbukaan informasi," ucapnya.

Menurut Rudiantara, pihaknya sudah sepakat dengan ICMI untuk konsen dalam pemberan­tasan konten pornografi dan kek­erasan di dunia maya. Dengan demikian, yang akan dilakukan pemerintah ialah memblokir konten pornografinya, bukan kedua layanan mesin pencari tersebut. "Kita kan tidak mungkin meniru Tiongkok yang memblokir situs-situs seperti itu. Yang akan kami blokir konten pornografinya, bukan situs layanan pencarinya," tandasnya.

Senada, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, permintaan pem­blokiran situs YouTube dan Google tidak tepat. Sebab, kedua situs tersebut punya banyak manfaat dalam pencarian in­formasi dan ilmu. "YouTube dan Google tidak semua porno. Kalau ditutup, kalian tidak bisa lihat pidato peristiwa," ujar JK di Kantor Wapres.

Menurut JK, sebagian besar konten pornografi di kedua situs tersebut, sudah ditutup. "Tapi kalau Google ditutup, yang be­nar saja, kita cari ilmu juga dari situ," ucapnya.  ***

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya