Berita

foto :net

Bisnis

KCJ Hanya Bisa Pasrah Saat Tawuran Dekat Jalur Kereta

KAMIS, 09 JUNI 2016 | 15:33 WIB | LAPORAN:

PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) tidak bisa berbuat banyak jika terjadi tawuran di sekitar jalur KRL.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan menghentikan operasional sementara saat tawuran berlangsung.

"Jadi, kalau ada kasus tawuran, mau ngga mau kereta hanya bisa dioperasikan hingga stasiun terdekat atau paling maksimal bisa dijangkau," terang Humas PT KCJ, Eva Chairunnisa melalui pesan singkat elektronik, Kamis (9/6).


Namun, Eva menjamin, tidak ada penghentian operasional kereta secara total. Artinya, tetap menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang terlibat tawuran.

"Tetap beroperasi, hanya saja tertahan dulu pada saat terjadi tawuran," tuturnya.

Setiap kali terjadi tawuran, lanjut Eva, kedua pihak yang bertikai saling melempar batu dan rel kereta berada di tengah sebagai pemisah. Lemparan batu itu tepat mengenai, bahkan memecahkan kaca jendela saat kereta melintas.

Laju kereta pun terpaksa distop untuk menghindar lemparan baru. Pasalnya, hanya bagian depan masinis saja yang dipasangi kawat pelindung kaca.

"Soalnya, tidak memungkinkan pasang kawat di jendela kiri dan kanan. Karena jendela-jendela itu juga berfungsi sebagai jalir darurat saat terjadi apa-apa," pungkasnya.

Sebelumnya, dua peristiwa kebakaran dan tawuran terjadi di jalur perlintasan Bekasi-Jakarta Kota, Kamis pagi sekira pukul 06.00 WIB. Akibat insiden itu, operasional KRL terhenti sementara karena terjadi gangguan persinyalan.

Kejadiannya di KM 22+9 antara Stasiun Cakung-Bekasi sekira pukul 06.17 WIB itu disebabkan oknum warga yang membakar sampah di bawah flyover Pondok Kranji.

Tak lama berselang, tawuran warga di antara Stasiun Buaran-Klender sekira pukul 06.35 WIB, berimbas pelemparan batu yang mengenai KA 1313 saat akan memasuki Stasiun Klender Baru.

Perjalanan KRL dari Bekasi terpaksa hanya beroperasi sampai Stasiun Cakung. Dampaknya, terjadi penumpukan penumpang karena KRL tidak dapat beroperasi lantaran harus masuk depo untuk perbaikan selama dua jam.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya