Berita

net

Bisnis

Kendalikan Harga, Jokowi Tambah Stok Daging Sapi

SELASA, 07 JUNI 2016 | 20:51 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah tetap memegang target penurunan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu per kilogram. Dia mengakui, masih mahalnya harga daging sapi akibat sebagian daging impor belum sampai ke Indonesia sehingga membuat keterbatasan stok.

"Nanti dilihat. Ini kan sudah dimulai, tidak mungkin turun dalam satu, dua atau tiga hari. Nanti kalau harganya sudah pada posisi yang kita inginkan, saya akan ke pasar. Sebagian daging kan belum sampai, nanti kalau sudah sampai saya baru bicara," jelas Jokowi di Istana Negara, Jakarta (Selasa, 7/6).

Dia memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menurunkan harga daging sapi di pasaran, selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah. Keterbatasan stok ditambah permintaan tinggi dan daging impor yang belum sampai menjadi penyebab harga melonjak.


Untuk itu, menurut Jokowi, pemerintah akan segera melakukan penambahan kuota stok daging sapi di pasar agar segera ada dampak penurunan harga.

"Ya perbanyak suplai, ini kan suplai dan demand. Kalau demand-nya naik sementara suplai tidak dinaikkan harga pasti akan merangkak naik. Tapi kalau dipasok dengan jumlah yang lebih dari cukup harga pasti turun. Tapi nanti dilihat," bebernya.

Jokowi sebelumnya memberikan instruksi kepada jajaran menteri terkait agar berupaya menurunkan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80 ribu per kilogram sebelum Lebaran tiba. Jokowi menganggap tidak biasa tingginya harga daging sapi di pasar domestik yang mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram. Setiap menjelang Lebaran, inflasi pada komoditas itu malah bisa menaikkan harganya hingga Rp 15 ribu per kilogram. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya