Berita

fahri hamzah/net

Bisnis

TAX AMNESTY

Fahri Hamzah: Kalau Uangnya Nanti Enggak Ada, Negara Belanja Pakai Apa?

SELASA, 07 JUNI 2016 | 12:09 WIB | LAPORAN:

Pimpinan DPR mengkritik langkah pemerintah memasukkan potensi penerimaan negara dari penerapan tax amnesty ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyiratkan, pemerintah terlalu percaya diri memasukkan asumsi dana dari tax amnesty yang diperkirakan mencapai Rp 180 triliun ke APBNP.

Padahal, pembahasan RUU pengampunan pajak alias tax amnesty sendiri masih dilakukan DPR RI. Selain itu, belum ada jaminan penerapan tax amnesty nanti bisa berjalan baik.


"Saya termasuk yang tidak setuju kalau ini dimasukkan dalam APBNP. Kalau uangnya nanti enggak ada, terus belanjanya nanti dialokasikan pakai uang apa?" ungkap Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut dia, mengurus keuangan negara bukanlah seperti berdagang. Anggaran negara harus jelas dan final. Urutannyapun harus jelas.

"Wah ini belum ada uang nih, ini jangan dibeli dulu. Enggak bisa begitu, ini harus fix. Kalau ini diposting (dibukukan), sequence (urutan)-nya bagaimana?" ucap Fahri.

Fahri tekankan bahwa prinsip menetapkan keuangan negara dalam APBN harus jelas. APBN ditetapkan kalau memang ada uangnya.

"Sebab kalau nanti tidak terjadi, terus belanjanya nanti dialokasikan pakai uang apa? Harus bisa dijelaskan. Prinsip menetapkan uang dalam APBN tapi sebenarnya uangnya tidak ada  itu berpotensi pada persoalan hukum," jelasnya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya