Berita

bambang ps brodjonegoro/net

Bisnis

Kondisi Ekonomi Nasional Masih Lampu Kuning

SENIN, 06 JUNI 2016 | 15:19 WIB | LAPORAN:

Kendati kondisi perekonomian di Indonesia sudah mulai terlihat ada perbaikan terutama dalam semester satu terakhir, ternyata pemerintah masih was-was atas dampak negatif ekonomi global.

Hal terungkap dalam rapat kerja Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dengan Komisi XI yang membahas soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P 2016).

Menkeu menyebutkan, sedikitnya ada tiga hal yang harus diwaspadai oleh Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.


"Pertama adalah risiko melambatnya perekonomian China yang pertumbuhannya diperkirakan hanya tujuh persen. Kenapa harus diwaspadai, karena China ini mitra dagang Indonesia, terutama di komoditas. Kalau Cina melambat, pasti permintaan komoditas akan mengalami perlambatan," kata Bambang di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Kedua, lanjut Bambang, melemahnya harga komoditas di pasar global yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia.

"Karena rata-rata harga komoditas semuanya menurun dan belakangan juga ditambah dengan penurunan harga minyak bumi. Ini kita harus waspadai agar tidak terlalu jatuh," ujar Bambang lagi.

Hal yang ketiga yakni isu kenaikan suku bunga bank setral Amerika Serikat atau Fed Rate yang sudah mulai berhembus sejak sebulan lalu.

"Awalnya kan memang The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,tapi seiring dengan berjalannya waktu, data-data mereka menunjukkan adanya perbaikan. Kalau mereka naik, maka ini akan mempengaruhi arus modal di negara emerging, termasuk Indonesia. Nggak tahu kenaikannya sekali atau dua kali ini harus diwaspadai," papar Bambang.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya