Berita

foto:net

Bisnis

Mentan Heran, Rakyat Kecekik Pak...

Stok Membludak Tapi Harga Sembako Tinggi
SENIN, 06 JUNI 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kemarin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman blusukan ke Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mengecek operasi pasar yang digelar sejumlah perusahaan jelang puasa. Di sana, Amran heran. Stok membludak tapi harga pangan kok masih tinggi dan mencekik rakyat.

Akhir pekan kemarin, Amran sibuk. Sepulang dari Solo dalam rangka mendampingi kunker Presiden Jokowi, dia melanjutkan blusukan ke Pasar Bendungan Hilir. Mengenakan batik oranye, dia tiba di lokasi sekitar pukul 3.20 sore. Dia tidak sendiri, ikut mendampingi Dirjen Perternakan dan Kesehaan Hewan Muladno dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Gardjita Budi. Tiba di lokasi, Amran dan rombongan langsung berkeliling mendatangi stand yang menjual bahan makanan pokok semisal daging sapi dan ayam. Sejumlah perusahaan turut ambil bagian dalam operasi pasar itu. Seperti Bimoli, Filma, Artha Graha, dll.

Usai berkeliling, Amran mengucapkan terima kasih karena sejumlah industri pangan mau bersukarela bekerja sama mengupayakan agenda penurunan harga dengan menjual pangan murah. Dia berharap operasi pasar tak hanya dilakukan jelang puasa dan Lebaran. Tapi terus sampai Desember.


Amran juga menyampaikan keheranannya soal kenaikan harga pangan di pasar tradisional. Kata dia, mesti stok kebutuhan pokok saat ini berlimpah tapi harga di pasaran masih saja tinggi. Dia mencontohkan, harga minyak goreng yang masih tinggi. Padahal stok minyak goreng saat ini mencapai 1,6 juta ton, sementara kebutuhan hanya 400 ribu ton. Serupa dengan harga daging ayam yang stoknya dua kali lipat. "Tapi tetap saja harganya naik," kata Amran, di lokasi.

Harga daging sapi sama saja. Saat ini harga daging di pasar tradisional mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Padahal, pasokan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah datang ke Jakarta. Karena itu, dia mendorong berbagai pihak untuk turut menggelar operasi pasar guna menekan harga pasar. Ia juga senang mendengar para pedagang pelaku operasi pasar mengaku masih mendapatkan untung dari penjualan daging sapi Rp 75 ribu per kilogram. Di mana untuk penjualan daging sapi beku, pedagang masih bisa mengambil untung Rp 5 ribu per kilogram.

Sementara, PP Muhammadiyah meminta pemerintah bekerja lebih keras menekan harga kebutuhan pokok yang melonjak tajam selama Ramadhan. Menurut Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammdiyah Anwar Abbas mengatakan, kondisi ini mencekik masyarakat kecil karena kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berkurang. "Implikasinya, kesejahteraan masyarakat akan bermasalah," kata Anwar, kemarin.

Sementara, untuk membantu pemerintah, distributor daging dan produk olahan menggelar bazaar penjualan daging sapi sehat, higienis dan halal pada acara Car Free Day (CFD), kemarin. Bazaar bertajuk #RamadhanWithKibif# yang khusus menjual daging sapi murni dan daging rendang di Pasar Organik Jalan Sunda, Jakarta Pusat untuk mendukung target pemerintah menurunkan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu per kilogram selama Ramadhan hingga Lebaran.

"Kami menyediakan aneka jenis daging sapi murni dan daging olahan untuk memenuhi imbauan pemerintah menjual daging sapi berkualitas, halal, dan murah. Masyarakat dapat membeli langsung seharga Rp 85 ribu per kilogram untuk daging sapi murni dan Rp 80 ribu per kilogram untuk daging rendang," kata Direktur Penjualan PT Estika Tata Tiara Wiryo Subagyo, kemarin.

Wiryo mengatakan, lokasi penjualan Pasar Organik dipilih karena sesuai mutu daging sapi yang dipasarkan yaitu halal, sehat, dan higienis. "Bazaar daging sapi murni dan daging rendang akan digelar selama Ramadhan pada acara CFD di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, Jakarta," katanya.

Dia mengatakan penjualan daging sapi halal dan murah dilakukan untuk menekan harga daging di pasaran yang kini mencapai Rp 113 ribu/ kg. "Masyarakat berhak mendapatkan daging dengan harga murah. Saya yakin melalui penjualan daging sapi di Car Free Day, harga bisa turun sesuai harapan Presiden Jokowi yaitu Rp 80 ribu per kilogram," katanya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya