Berita

Bisnis

Tolak Usul Menteri ESDM, Langkah Presiden Bangun MPP Di Sumatera Tepat

SABTU, 04 JUNI 2016 | 22:11 WIB | LAPORAN:

Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dimulainya pembangunan pembangkit listrik bergerak (Mobile Power Plant/MPP) berkapasitas 35.000 Mega Watt (MW) untuk memperkuat sistem kelistrikan Regional Sumatera diapresiasi banyak kalangan.

Pengamat energi yang juga mantan akademisi FMIPA UI, DR Hadidjojo Nitimihardjo, menilai belum pernah dalam sejarah Indonesia, seorang Presiden RI keliling ke banyak tempat untuk meresmikan pembangkit-pembangkit listrik, dari Bangka ke Aceh, terus ke Kalimantan Barat.

"Saya sudah melihat bahwa Presiden Jokowi benar dalam mengambil langkah soal kelistrikan ini, Presiden sudah serius," kata Hadidjojo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/6).

Apalagi, langkah Presiden Jokowi tersebut tak sejalan dengan proyek HVDC (High Voltage Direct Current) atau Kabel Tegangan Tinggi Bawah Laut, yang diusulkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said untuk mengaliri listrik dari Sumatera ke Jawa. Menurut Hadidjojo, ide proyek HDVC usulan Menteri ESDM itu perlu dipertanyakan, sebab saat ini pulau Sumatera masih kekurangan pasokan listrik.

"Sudirman Said harus jujur soal HDVC ini sebenarnya proyek ini untuk siapa?, kenapa listrik dibawa ke Jawa, sementara di Sumatera kekurangan listrik. Tiap hari ada pemadaman listrik di Sumatera, permintaan listrik di Sumatera sangat tinggi, sementara di Jawa sudah oversupply listrik," ujar Hadidjojo.

Ia juga menuturkan, langkah direksi PLN yang akhirnya menghapus proyek HVDC tersebut dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) juga perlu diapresiasi. Sebab, pembangunan MPP berkapasitas 35.0000 Mega Watt (MW) jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat dan pembangunan di Sumatera.

"Sebaiknya permintaan direksi PLN kita apresiasi dan justru kita dukung penuh ��" sepanjang memang tidak ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Akan banyak suara sumbang yang mungkin saja menyerang jajaran Direksi PLN oleh mereka yang dirugikan akibat mulai ketatnya kebijakan PLN," jelasnya.

Karena itu, Hadidjojo berharap jangan sampai optimisme Presiden Jokowi yang ingin menjalankan program untuk pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia malah terbentur dengan tender-tender yang tidak benar karena intervensi kekuatan politik untuk meng-gol kan proyek-proyek yang ada di pemerintahan.

"Optimisme Presiden Jokowi dalam menjalankan program nawacitanya harus kita kawal jangan sampai hal tersebut dirusak dengan tender-tender yang tidak benar," tutup Hadidjojo. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya