Berita

Hukum

Polisi Kampanyekan 'Save Child On The Internet'

SABTU, 04 JUNI 2016 | 20:48 WIB | LAPORAN:

Polda Metro Jaya membuat gerakan 'Save Child on The Internet'. Gerakan ini sebagai bagian untuk menyelamatkan generasi penerus dari dampak negatif internet.

"Kenapa slogannya ini? Hasil scanning setiap hari, kejahatan cyber terjadi 10-15 (kasus). Jangan-jangan 10 tahun ke depan kejahatan ini pindah ke dunia maya, ini borderless (tanpa batas)," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran yang menggagas gerakan tersebut dalam rilisnya.

Fadil mengungkap, perlu adanya langkah konkret dan signifikan untuk mencegah timbulnya korban yang melibatkan anak di bawah umur akibat dari internet ini. Diakuinya, perkembangan dunia maya yang tanpa batas dapat memberikan dampak negatif terhadap anak-anak.


Menurut mantan Kapolres Jakarta Barat ini, upaya pencegahan ini bukan hanya tugas kepolisian semata. Perlu adanya sinergitas antarlembaga terkait guna memerangi bahaya kejahatan via internet.

"Upaya untuk mencegah timbulnya korban perlu dilakukan secara sinergi, kata kuncinya itu karena stakeholder dalam mengelola dunia maya itu ada beberapa pihak. Polisi tidak mungkin lakukan pemolisian tanpa adanya keterlibatan beberapa pihak," jelasnya.

Realitas dunia maya, menurut Fadil lagi, tidak jauh berbeda dengan perunahan di dunia nyata pada umumnya. "Yang tidak siap adalah budaya dalam menggunakan medsos, sehingga etika-etika dalam mengunggah, mereporduksi, dan menyebarkan itu tidak dipahami secara utuh," tambahnya.

"Indonesia adalah 5 besar negara pengguna internet, kita banyak pengguna sosmed. Implikasinya lebih banyak hal negatif antara lain kejahatan. Kalau tidak segera ada pencegahan ini akan bahaya," lanjutnya.

Untuk itu, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memerangi kejahatan internet bagi anak di bawah umur. "Polda Metro Jaya berharap, dengan adanya save child on the internet jadi titik awal mencegah kejahatan itu bersama-sama," ungkap Fadil.

Artis Ruben Onsu yang pernah menjadi korban kejahatan internet terhadap anaknya, mendukung gagasan polisi ini. Ia berharap, dengan adanga gerakan ini, anak-anak dapat terselamatkan dari bahaya internet. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya