Berita

foto :net

Bisnis

Daging Sapi Segar Dipatok Rp 80 Ribu Tak Masuk Akal

SABTU, 04 JUNI 2016 | 12:54 WIB | LAPORAN:

Patokan harga Rp 80 ribu untuk daging sapi segar dipandang sangat tidak realistis.

Menurut pelaku usaha di bidang daging sapi, Yustinus Satmoko, pemerintah sudah salah dalam menetapkan harga daging sapi.

"Kalau pemerintah menetapkan harga daging sapi beku sampai Rp 80 ribu bisa, tapi kalau Rp80 ribu untuk daging segar nggak bisa," ujarnya dalam diskusi dengan topik 'Bisakah Negara Mengendalikan Harga?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6)


Yustinus menerangkan, di negara manapun harga daging segar pastinya lebih mahal. Terlebih biaya untuk mengimpor sapi dari luar memakan biaya yang besar.

Presiden Direktur Tiga Tunggal Adi Mulya itu menjelaskan harga impor sapi hidup bisa mencapai 3 dolar AS perkilogram, dan itu pun belum termasuk pajak bea masuk impor sebesar 5 persen, PPH 2,5 persen, penghitungan kurs, serta ongkos untuk penganguktan sapi dari pelabuhan ke kandang

"Jadi harga daging sapi segar itu bisa sampai Rp 115 sampai Rp 120 ribu. Itu juga keuntungannya kecil sekali. Jadi bukan pengusahanya yang nakal-nakal. Belum lagi kalau yang dipotong lebaran ini lebih mahal lagi, itu import-nya bulan Januari-Februari," ujarnya

Lebih lanjut, Yustinus menambahkan, mahalnya harga dagin sapi ini juga karena permintaan pasar. Hal ini juga yang mendorong banyak sapi yang dipotong selama bulan puasa hingga lebaran nanti sehingga suplai sapi pun menjadi berkurang.

"Kalau harga sapi tetap, harga dagingnya yang naik, karena konsumen banyak jadi diwaktu lebaran ini yang motong sapi juga banyak. Akhirnya suplai kurang, semakin mahal lagi harga dagingnya," ujar Yustinus.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya