Berita

Daniel Johan/net

Politik

Daniel Johan: Perencanaan Pangan Bisa Ngawur Karena Bodoh Atau Korup

SABTU, 04 JUNI 2016 | 10:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota DPR menganggap wajar kenaikan harga bahan makanan jelang dan selama Bulan Ramadhan maupun Idul Fitri. Tapi dengan catatan.

"Dalam konteks normal menyambut hari raya, biasa (harga) naik. Tapi kan tidak boleh terlalu tinggi," tegas anggota Komisi VI DPR RI, Daniel Johan, dalam diskusi  "De Javu Harga Sembako" di Cikini, Jakarta, Sabtu (4/6). .

Ada beberapa harga yang menurutnya naik terlalu tinggi sekarang. Daniel menyebut gula dan bawang merah.


"Kalau terjadi dan terus berulang, berarti ada dua hal jadi perhatian. Pertama data dan kedua adalah perencanaan," ungkapnya.

Menurut Daniel, kalau data stok pangan benar tapi masih terjadi kenaikan tak wajar, berarti perencanaan pangan yang ngawur.

"Bisa ngawur karena bodoh enggak tahu persoalan, tapi bisa juga korup. Misalnya, seharusnya enggak perlu impor tapi malah impor. Itu korup," tegas politisi PKB ini lagi.

Terkait itu, Daniel minta pemerintah memperbaiki data stok pangan. Dengan data yang baik, pemerintah bisa lakukan perencanaan baik.

"Kita mau yakini data, tapi data itu jadi pertanyaan begitu dihadapkan dengan fakta. Contoh gabah tahun lalu 75 juta ton, sementara kebutuhan negara paling 18 juta ton. Berarti kan harus ada surplus, tapi kenapa selalu impor?" ungkapnya heran. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya