Tiga perusahaan yang bergerak bidang perkebunan, yakni APP Sinar Mas, PT Wirakarya Sakti, dan PT Lontar Papyrus meluncurkan program "Desa Makmur Peduli Api (DMPA)" di Provinsi Jambi.
"Program DMPA ini kami prioritaskan untuk desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi," kata Direktur PT WKS J Ginting dalam rilisnya.
Program itu merupakan pengembangan dari CSR di tiga perusahaan dimaksud untuk kemakmuran masyarakat desa sekitar konsesi, kata dia.
Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menambahkan, hingga tahun 2020, khusus di Jambi akan dikembangkan sebanyak 80 Desa Makmur Peduli Api.
"Kita telah melakukan penandatanganan kerja sama program DMPA antara PT WKS dengan desa binaan," katanya.
Suhendra menjelaskan, program ini dikembangkan dengan menggabungkan aspek sosial, ekonomi dan juga dari aspek teknis pengelolaan hutan lestari seperti pengaturan tata air yang baik dan menjaga tingkat kelembaban areal gambut dengan sekat-sekat kanal, penyediaan embung air, menara, pos pantau, serta penyediaan aksess pada areal rawan kebakaran.
Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli menyatakan diperlukan komitmen bersama, termasuk masyarakat sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan sehingga tidak terjadi lagi bencana kabut asap seperti tahun lalu.
"Kita punya komitmen satu, jangan sampai terjadi lagi kebakaran lahan. Itu tadi, harus ada juga partisipasi dari masyarakat. Sekarang ada kelompok masyarakat peduli api (KMPA), itu bagus," katanya.
[wid]