Berita

net

Bisnis

Menko Perekonomian Dituntut Cabut Izin PT SGMP

JUMAT, 03 JUNI 2016 | 01:30 WIB | LAPORAN:

Ratusan orang menggelar unjuk rasa di depan kantor Kemenko Perekonomian, di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (2/6).

Massa yang mengatasnamakan Komunitas Mandailing Perantauan (KMP) itu menuntut pemerintah segera mencabut izin PT Sorik Merapi Geothermal Power (SGMP) karena diduga menjadi makelar dan tidak serius menangani proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi berkapasitas 450 Megawatt (MW) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Kami meminta pemerintah mencabut izin PT SMGP dan mencari perusahaan yang serius menangani panas bumi di Mandailing Natal. Kenapa mempertahankan perusahaan yang tidak kredibel," jelas Koordinator KMP Alfian Siregar.


Karena merasa aksinya tidak mendapat tanggapan, massa yang kecewa berusaha merubuhkan pintu gerbang kantor kementerian yang digawangi Darmin Nasution tersebut. Aksi mereda setelah pihak kementerian berkenan menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Kepala Bidang Energi Terbarukan Budi Utomo mengatakan bahwa Menko Darmin Nasution sudah mendengar masalah itu sejak 2008 lalu. Namun, dia mengaku belum mengetahui kalau disebut pengelolaan telah berpindah tangan dari PT SGMP ke PT KS Orka Renewables Pte Ltd, perusahaan asal Singapura sejak April 2016. Apalagi kalau disebut-sebut perusahaan dimaksud melanggar sejumlah ketentuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Kami akan segera koordinasi dengan kementerian teknis," ujar Budi.

Dalam pertemuan, Koordinator KMP Alfian mengatakan bahwa masyarakat tidak bermaksud menghalang-halangi eksplorasi panas bumi, sepanjang tidak merusak lingkungan di lima kecamatan di lereng Gunung Sorik Marapi, Mandailing Natal.

Perwakilan pengunjuk rasa juga menyerahkan surat untuk disampaikan ke Menko Darmin Nasution. Yang isinya menyebut PT SMGP tidak bisa dipercaya lagi menangani proyek panas bumi di Mandailing Natal. Karena begitu memperoleh izin dari Kementerian ESDM mereka mengakuisisi ke KS Orka Renewables Pte Ltd Singapura (KS Orka).

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan. Apalagi dalam kasus ini warga telah menjadi korban, bahkan ada yang sampai ditahan karena dituduh melakukan provokasi.

"Kalau tidak selesai di sini (Kemenko Perekonomian) kami akan ke Istana Negara," ujar Alfian.

Diketahui, massa KMP sendiri sebelumnya juga menggelar unjuk rasa di kantor Kementerian ESDM pada 18 Mei lalu. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya