Berita

ilustrasi

Bisnis

Tekan Harga Daging Berarti Jokowi Mau Matikan Peternak Sapi

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 18:58 WIB | LAPORAN:

Kalau pemerintah mengeluarkan ketetapan atau kebijakan harga daging sapi di bawah Rp 80 ribu/kg, seperti permintaan Presiden Jokowi, dampaknya sangat luar biasa. Kebijakan itu akan mematikan 5,3 juta peternak sapi di Indonesia.

"Sebab‎ harga pakan untuk menggemukkan per kg  sapi, peternak mengeluarkan biaya sudah Rp 45 ribu. Karena itu, kalau kebijakan itu dipaksakan, berarti pemerintah memaksa peternak untuk menyubsidi orang kaya," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan, dalam diskusi "Monopoli dan stabilitas harga menjelang Ramadhan 1437 H" di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6).

Menurut dia, kalau‎ daging beku saja seharga Rp 80 ribu/Kg tak mungkin laku di pasaran. Padahal, anggaran swasembada sapi mencapai Rp 210 triliun.


"Jadi, sebaiknya pemerintah melakukan kebijakan lintas menteri khusus untuk pangan ini,” tegas politisi PKB itu .

Karena itu kata Daniel, jangan selalu menyebut mafia-kartel, kalau pemerintah terbukti tidak bisa mengendalikan harga. Padahal, pemerintah bisa membuat kebijakan dengan harga tertinggi di pasaran, dan siapa yang melanggar ketentuan itu bisa dijatuhi sanksi. Misalnya dilarang berjualan selama satu bulan dan sebagainya.

Hanya saja data jumlah kebutuhan daging dan impor sapi itu sendiri berbeda antar institusi pemeirntah. Baik BPS, Bulog, dan Kementerian Pertanian. Karena itu perlu dibentuk Badan Pangan Nasional (BPN), dan Badan Urusan Logistik (Bulog) adalah paling tepat, karena sudah ada perwakilannya di seluruh Indonesia.

"Jadi, Bulog harus menjadi stabilisator harga pangan di Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya